Menu

BELAJAR MENULIS AKSARA BALI LEWAT FONT BALI GALANG

  • Selasa, 07 April 2009
  • 3704x Dilihat
BELAJAR MENULIS AKSARA BALI LEWAT FONT BALI GALANG
Denpasar, Sulitnya membaca dan menulis aksara Bali oleh sebagian orang kini akan dipermudah. Lewat program khusus Transliteratur Smart Font Bali Galang masyarakat akan dengan mudah menyalin aksara latin ke aksara Bali atau sebaliknya. Demikian dikatakan Bemby Bantara Narendra didampingi ayahnya Donny Harimurti saat audensi dengan Walikota Denpasar I B Rai Mantra, Selasa (7/4) di ruang Walikkota. Bemby menjelaskan, berawal dari keinginan untuk menginternasionalkan aksara bali sejajar dengan aksara-aksara lain di dunia disamping untuk mempermudah masyarakat belajar aksara bali. Akhirnya Bemby menemukan cara termudah yang bisa diakses lewat komputerisasi yang disebut dengan Program Transliteratur Smart Font Bali Galang. Menurutnya program ini memuat tata cara penulisan aksara Bali yang umum misalnya; saat mengetik panca, program ini akan otomatis mengubah huruf na menjadi nya. Program Transliteratur Smart Font Bali Galang atau disingkat Font Bali Galang, menggunakan perangkat lunak OpenOffice.org sebagai landasan programnya. Bemby juga menambahkan program ini dapat mengalihaksarakan teks dari tampilan aksara Latin ke aksara Bali, tanpa memperdulikan dalam bahasa apa teks itu ditulis. Dan kelebihannya tampilan yang sudah dialihaksarakan masih tetap dapat dikembalikan ke tampilan sebelumnya tanpa mengalami distorsi. Meskipun demikian, aksara latin memiliki banyak keterbatasan apabila dipergunakan untuk menuliskan bahasa Bali yang benar. Untuk itu menurut Bemby diperlukan beberapa aturan tambahan yang sudah akrab dengan keseharian kita seperti; penulisan d dengan dh, t dan th, p dan ph dan lain-lain. Dalam penulisannya semuanya masih bermakna walau dialih aksarakan dalam huruf latin namun dalam huruf-huruf tertentu masih perlu juga dibuatkan suatu perjanjian untuk mendapatkan format yang jelas agar tidak menimbulkan kerancuan dimasa depan, ujarnya. Terhadap program ini menurut Bemby akan terus dikembangkan seiring dengan ditemukannya cacat (bugs) penyimpangan, atau uger-uger yang mungkin telah ada tapi terlewatkan. Dan tidak menutup kemingkinan nantinya akan diadakan evaluasi dan penyederhanaan uger-uger dengan pertimbangan untuk mempermudah cara mempelajarinya. Adapun kemudahan yang didapat dalam program belajar ini tidak akan didapatkan dalam versi yang sesungguhnya, karena aksara Bali dan aksara Latin tidak dalam kedudukan yang dapat saling menggantikan tetapi merupakan dua perangkat aksara yang sama sekali berbeda. Walikota I B Rai Mantra menyatakan ketertarikannya dengan program ini sebab katanya “dijaman yang serba modern ini masih ada generasi muda yang peduli dengan aksara Bali”. Dan sekaligus menyarankan untuk terus menyempurnakan program ini sehingga nantinya dapat diterapkan di sekolah-sekolah. Rai Mantra juga menambahkan, bahwa program ini merupakan sinergis antara tehnologi dan budaya disamping merupakan langkah kreatif sehingga sangat tepat dengan program Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya. (Sdn.Hms.Dps.).