Menu

KABUPATEN SELAYAR KUNJUNGI PEMKOT DENPASAR

  • Senin, 16 Agustus 2010
  • 516x Dilihat
KABUPATEN SELAYAR KUNJUNGI PEMKOT DENPASAR
Denpasar yang mencanangkan ekonomi kerakyatan sebagai program unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya boleh dikatakan berhasil. Keberhasilan ini banyak dilirik oleh daerah-daerah lainnya seperti Kabupaten Kepaluan Selayar yang dipimpin Wakil Bupatinya Hajah Nursyamzinah Arwekpolah datang langsung melakukan study banding dengan mengajak beberapa orang stafnya. Rombongan diterima langsung Sekkot Denpasar Rai Iswara beserta beberapa perwakilan dari SKPD Kamis (28/1). Hajah Nursyamzinah lebih jauh mengatakan maksud dan tujuannya datang ke Pemkot Denpasar. Seperti yang dituturkan bahwa kedatangannya adalah untuk menimba ilmu terutama tentang bagaimana membangun UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah) yang untuk Kota Denpasar sudah amat maju dibidang ini, ujarnya. Maka dari itu pihaknya memprioritaskan sektor ini untuk dipelajari sebab erat kaitannya dengan usaha membangun ekonomi kerakyatan dimana dalam menghadapi persaingan global sektor ini terbukti kuat. Disamping masalah UMKM pihaknya juga ingin bekerjasama di bidang yang lain seperti bidang kelautan, perhubungan, peternakan, industri, pariwisata dan lain-lain. Nursyamzinah juga menegaskan bahwa di daerahnya saat ini banyak terdapat batok kelapa yang jumlahnya cukup besar. Mengingat sampai saat ini masyarakatnya belum ada yang bisa mengolah batok kelapa ini menjadi barang kerajinan seperti di Bali. Maka dirinya berpikiran kenapa tidak di ekspor ke Bali saja sebab menurutnya masyarakat Bali begitu mudahnya merubah bahan baku apa saja untuk menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dan ini dibuktikan dengan banyaknya barang kerajinan dari Bali yang berkwalitas ekspor. Untuk itu pihaknya berkeinginan melakukan kerjasama dalam bidang ini. Mendengar hal ini Sekkot Rai Iswara mengatakan siap menyambut baik kerjasama ini sebab menurutnya khusus terhadap bahan baku batok kelapa hingga saat ini pihaknya masih merasa kesulitan untuk mendapatkannya. Tidak sebatas batok kelapa saja namun dari akar hingga bunganya pohon kelapa bias dimanfaatkan untuk dijadikan barang yang bernilai ekonomis tinggi, pungkasnya. (Sdn)