Lembaga Survey Meter Jadikan Denpasar Pilot Project Kota Ramah Lansia
Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali dengan jumlah penduduk lanjut usia (Lansia) yang meningkat pesat dan urbanisasi yang tinggi, serta mengglobal, membuat peneliti Survey Meter dan Center for Ageing Studies, Universitas Indonesia, menjadikan Kota Denpasar sebagai salah satu Pilot Project Kota Ramah Lansia 2030. “kesesuain Kota Denpasar memenuhi kriteria Kota ramah Lansia dengan pedoman dari WHO pada tahun 2002 yang mencakup 8 dimensi yakni Gedung, ruang terbuka hijau, Transportasi, Perumahan, Partisipasi Sosial, Penghormatan dan Keterlibatan/inclusi Sosial, Partisipasi Sipil dan Pekerjaan, Komunikasi dan Informasi, Dukungan Masyarakat serta Kesehatan,†ujar Direktur Survey Meter, Dr.Ir. N.W Suryastini saat bertatap muka dengan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (12/6) di Kantor Walikota Denpasar.
Lebih lanjut dikatakan secara keseluruhan studi yang dilakukan pada bulan Januari-maret 2013 ini, melaksanakan kegiatan di 14 kota besar dan kota kecil di Indonesia yaitu Kota Medan, Kota Payakumbuh, Kota Mataram, Kota Denpasar, Kota Jakarta Pusat, Kota Depok, Kota Yogyakarta, Kota Solo, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Makasar, Kota Balikpapan, Kota Semarang dan Kota Bandung. Dalam studi ini, wawancara dilakukan kepada 2.100 orang laki-laki dan perempuan, kelompok umur pralanjut Usia dan lansia. Disamping itu tim juga mewawancarai SKPD terkait dengan 8 dimensi Kota Ramah Lanjut Usia dan 140 kelurahan. Studi kualitatif tentang praktik terbaik di 6 kota ikut memperkaya studi ini. Dengan menggunakan 95 daftar indikator penting kota ramah lansia WHO ini, selain mendokumentasikan penilaian masyarakat, SKPD, kelurahan dan obeservasi pewawancara tentang kesuaian indikator-indikator kota ramah lansia, juga mendokumentasikan pratek terbaik dari usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pemangku kebijakan lainnya dalam mewujudkan Kota Ramah Lansia. Output dari studi ini adalah data dasar tentang penilaian kota ramah lansia dalam bentuk diskriptif dan indeks total setiap dimensi.
Hasil studi ini diharapkan bisa membantu memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam membuat kebijakan menciptakan Kota Ramah Lansia tahun 2030. Dari hasil studi ini memperlihakan tingkat kesuaian Kota Denpasar memenuhi kriteria kota ramah lansia 42%, sama dengan keadaan umumnya di 14 kota Indonesia. Dimensi kota ramah lansia yang terdepan di kota Denpasar adalah dukungan masyarakat & pelayanan kesehatan 56%, partisipasi sosial 53%, dan Komunikasi dan Informasi 52%. Dimensi Kota Ramah Lansia yang masih kurang di Kota Denpasar dan juga di Indonesia pada umumnya adalah partisipasi sipil dan pekerjaan (17%), gedung dan ruang terbuka (31.%) dan transportasi (33%). Keadaan transportasi dan ruang terbuka Kota Denpasar masing-masing hanya 33% dan 31%. Lebih rendah dari keadaan Indonesia umumnya yang telah mencapai masing-masing 40% dan 35%.
Sementara Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik studi kasus menuju Kota Ramah Lanjut Usia yang dilakukan lembaga Survey Meter. Saat ini Denpasar telah memuali dengan mewujudkan Kota Layak Anak, Kota Sehat, dan Kota Layak Penyandang Disabilitas yang dilakukan melalui berbagai prgram kegiatan, dan melakukan perbaikan beberapa fasilitas penunjang. Dari studi kasus yang telah dilakukan Survey Meter ada beberapa kesamaan menuju Kota Layak Lansia, salah satunya penataan infrastrukutur seperti trotoar, dan ruang terbuka hijau. Disamping itu perbaikan tempat parkir, dan publik transport dengan membuat angkutan pengumpan Sarbagita sebagai penunjang program tersebut telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar, namun masih menemui beberapa kendala. “program ini sangat baik dan dapat dijadikan sebagai prgram pembangunan Kota Denpasar yang nantinya bermuara pada Kota Ramah Semua Usia,†ujar Rai Mantra.