Menuju Denpasar Kota Kreatif Walikota Rai Mintra Minta SKPD Membuat Program Inovatif .
Denpasar-Program pembangunan yang berhasil hendaknya dapat membangkitkan partisipasi
masyarakat dalam pembangunan. Untuk itu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah ) yang ada di Kota Denpasar dalam menyusun program harus selalu mengembangkan inovasi dan kreatifitas. Jangan membuat program yyang selalu monoton yang itu-itu saja dari tahun tahun-tahun. Jika itu terjadi kita hanya akan terjebak pada hal hal yang
bersifat rutinitas. Denpasar sebagai barometer pembangunan di Bali harus selalu
mempunyai ide-ide dan gagasan baru dalam pelaksanaan pembangunan. Hal ini dikatakan
Walikota Denpasar IB. Rai Darmawijaya Mantra, SE. Msi. Senin (16/3 ) pada forum SKPD
yang juga dihadiri Staf ahli dan Kelompok Ahli Pembangunan . Dikatakan Perekonomian
masyarakat yang akhir-akhir ini terdesak adanya sistem globalisasi, maupun sistem
reformasi ekonomi dimana persaingan semakin ketat, tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, tentunya ekonomi kreatif dan kearifan lokal sebagai alternatif perlu dikembangkan. Untuk mempercepat pencapain tujuan serta mendukung ide dimaksud Pemkot Denpasar mencanangkan Tahun 2010 Denpasar sebagai Kota Kreatif. Namun demikian kegiatan untuk mencapai Program Kota Kreatif sudah dimulai tahun
2009 ini. Kota Kreatif juga diarahkan untuk menata kembali dan membangun jati diri dan karakter kota. “Program-Program Pembangunan Ekonomi yang selama ini sudah dilaksanakan perlu dilakukan penguatan. Hal ini sudah sesuai dengan Konsep
Pembangunan Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif berbasis budaya unggulan,†katanya. Menurutnya proses globalisasi dunia yang begitu cepat berubah memerlukan kemampuan manusia yang cepat beradaptasi, cepat berfikir mencari solusi, imajinatif
serta penuh ide untuk mengembangkan strategi/inovasi baru. “Denpasar sebagai kota
jasa dan menjadi pusat berbagai kegiatan di propinsi Bali memerlukan strategi yang jitu untuk selalu mengembangkan potensi dan unggulannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,†kata Rai Mantra. Dia menyebut bahwa leluhur masyarakat Bali sangat kreatif mewariskan budaya yang
dapat dikembangkan menjadi salah satu modal pengembangan ekonomi kreatif seperti sastra, seni, dan kerajinan. “Inilah merupakan salah satu modal Kota Denpasar dalam menjaga kearifan lokal dalam mengembangkan Kota Kreatif yang berbasis budaya
unggulan,†katanya. Lebih lanjut mantan Ketua Hipmi Bali ini mengatakan ekonomi kreatif yang mendukung Kota Kreatif adalah sebuah proses peningkatan nilai tambah hasil dari eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian dan bakat individu menjadi produk yang dapat dikomersialkan. “Kreatifitas dan inovasi dapat terjadi disemua lapisan masyarakat dan tidak terganturng dengan tingkat pendidikan. Prakondisi ini penting untuk mendukung
proses kreatifitas dan inovasi masyarakat. Ekonomi kreatif berbasis warisan budaya dapat menjadi tulang punggung perekonomian Kota Denpasar yang mampu memberi kontribusi besar pada kehidupan masyarakat,†ujar Walikota. Pengembangan Kota
Kreatif ini nantinya diharapkan mampu menggarap potensi sumber daya lokal pertanian, potensi sumber daya lokal pariwisata dan potensi sumber daya lokal industri kerajinan yang berbasis budaya Bali. (dewa humas)