PERGANTIAN TAHUN BARU DENPASAR AMAN
Kekhawatiran di setiap malam pergantian tahun baru akan terjadi tindakan anarkis nampaknya tidak terbukti. Malam pergantian tahun baru di Kota Denpasar berlangsung dengan aman ,lancar dan terkendali. Bahkan kegiatan Denpasar festival yang berlangsung selama 4 hari di seputar Gajah Mada,Veteran dan Lapangan Puputan benar–benar ramai diserbu pengunjung. Demikian pula kegiatan di masing-masing banjar yang dilaksanakan oleh muda mudi setempat secara umum berlangsung dengan aman. Berkenaan dengan hal tersebut Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra jumat (1/1) kemarin di rumahnya jalan Cok Trisna Renon secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Krama Denpasar dan Krama Bali pada umumnya dimana dalam merayakan pergantian tahun telah mampu mengendalikan diri sehingga pergantian tahun baru berjalan dengan tertib dan lancar.
Disamping itu juga orang nomor satu Denpasar ini mengajak kepada segenap warga Denpasar dalam memasuki tahun 2010 ini untuk selalu waspada dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. â€Mari kita tatap masa depan dan memasuki tahun 2010 dengan karya gemilang, dan berbuat nyata untuk kebaikan dan kesejahteraan umat manusia,†ajaknya pucuk pimpinan Pemkot Denpasar yang hoby bersepeda ini. Apalagi memasuki tahun macan ini hajatan politik Pemilihan Walikota (Pilkot) untuk menentukan pemimpin lima tahun kedepan di Kota Denpasar akan mulai berlangsung. Untuk itu dia meminta kepada Warga Denpasar meningkatkan rasa kepekaan sosial dan kebersamaan serta toleransi sehingga tidak timbul rasa permusuhan dan saling curiga mencurigari . â€Dengan mengedepankan sikap dewasa dengan mendahulukan kepentingan bangsa dan Negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan disertai toleransi yang tinggi akan tercipta perdamaian dikalangan masyarakat sehingga Ibu Kota Provinsi Bali ini tetap aman, nyaman dan kondusif,“ katanya. Selebihnya Rai Mantra juga mengajak masyarakat di Kota Denpasar untuk selalu intropeksi dan mulat sarira. Tahun 2010 ini sangat tepat untuk kembali pada jati diri sebagai manusia Bali yang selalu mengedepankan rasa solidaritas dan saling hormat-menghormati antar sesama umat manusia. Momentum mulat sarira sangat tepat dikedepankan demi menjaga kenyamanan dan keamanan Denpasar dan Bali umumnya. “Buang jauh-jauh rasa dendam, dengki dan iri hati. Dengan rasa persatuan dan kesatuan serta kedamaian akan dapat mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang berwawasan budaya,†ujarnya. (Er)