Menu

Perkenalkan Masakan Tradisional Bali PEMKOT KEMBALI GELAR FOOD HERITAGE FESTIVAL

  • Selasa, 23 Desember 2008
  • 812x Dilihat
Perkenalkan Masakan Tradisional Bali PEMKOT KEMBALI GELAR FOOD HERITAGE FESTIVAL
Denpasar-Denpasar sebenarnya sangat kaya dengan berbagai olahan pangan dan masakan tradisional yang berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat, namun sampai saat ini belum begitu banyak diangkat dan ditangani secara professional. Untuk memperkenalkan makanan tradisional Bali ini Pemkot Denpasar akan kembali menggelar Food Heritage Festival III (FHF) atau Festival Makanan Tradisional. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian pelaksanaan Festival Gajah Mada Pemkot Denpasar dalam acara tutup akhir tahun. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Pemkot Denpasar dengan pelaku usaha kecil dan menengah terutama yang berkaitan dengan olah pangan tradisional akan digelar tanggal 28-30 Desember mendatang di kawasan jalan Gajah Mada. Hal ini dikatakan Kabag Perekonomian Pemkot Denpasar Ir. Gusti Ngurah Eddy Mulya, SE. MSi, Senin (22/12) di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar Menurut Eddy Mulya dalam Food Heritage Festival berbagai makanan tradisional Bali disajikan seperti lawar, babi guling, sate kakul, nasi sela, es cendol, pesan celengis serombotan dan sebagainya. Kegiatan ini menurutnya sebagai bentuk pengembangan olahan pangan tradisional untuk mengangkat ekonomi lokal. Untuk meningkatkan kualitas dari makanan tradisonal ini, pihaknya juga menggandeng Pusat Kajian Makanan Tradisonal Unud dan ICA (Indonesia Cheff Asosiation) untuk dapat memberikan masukan terkait dengan keamanan dan kesehatan serta cara menghidangkan makanan tradisional yang disajikan. Lebih Jauh Eddy Mulya yang didampingi Ketua Panitia Ayu Wahyuni, SE. mengatakan kegiatan ini merupakan salah bentuk kegiatan untuk melestarikan makanan tradisional Bali yang mulai dilupakan. “Dengan program Food Heritage Festival Denpasar ini nantinya dapat kemas menjadi paket wisata kota dan wisata kuliner sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Kota Denpasar,” ujar Eddy Mulya. Disamping itu dengan kegiatan ini kami ingin mengajak warga Kota Denpasar untuk mulai mencitai hasil budayanya khususnya dibidang olahan pangan tradisional. Sebenarnya tambah Eddy Mulya makanan tradisonal Bali dari segi kandungan gizi tidak kalah dengan makanan modern, asalkan dikemas dan disajikan dengan dengan lebih higienis makanan tradisional ini dapat menjadi makanan favorit masyarakat. “Dengan festival makanan tradisonal ini kami ingin membangkitkan kerinduan dan kenangan masyarakat dengan makanan tradisional yang nyaris dilupakan. Selain itu kalau digeluti dengan serius usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi ekonomi keluarga,” katanya. Untuk itu kami mengundang masyarakat untuk bisa hadir menikmati pasar murah sekaligus mencicipi makanan tradisonal Bali,” ujar nya. Untuk lebih meningkatkan ketrampilan para peserta food heritage festival dalam menyajikan produnknya pada kesempatan tersebut juga diberikan pembekalan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan dari ICA (Indonesia Cheff Asosiation(dewa humas)