PULUHAN PENDUDUK TANPA IDENTITAS DICIDUK
Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan penertiban penduduk terutama pendatang yang tidak memiliki KTP, sebagai langkah tertib administrasi kependudukan, baik malaui Dinas Trantib maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar. Kali ini tim gabungan yang dikoordnir oleh Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil kembali melakukan penertiban identitas penduduk dengan menyasar Br. Kebon Kori Kelurahan Kesiman, Rabu (1/9). Dalam penertiban ini diciduk 42 penduduk tanpa identitas penduduk Denpasar meskipun kebanyakan dari mereka telah lama tinggal di Denpasar. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Mobilitas Dinas Kependudukan dan Capil, Pande Made Sri Artatik ditemui sela-sela penertiban penduduk di balai banjar Kebon Kori.
Penertiban ini melibatkan tim terkait tingkat kelurahan, polmas dan Babinsa. "Penertiban penduduk itu lebih menertibkan administrasi kependudukan. Jika tidak ditata dari sekarang, masalah kependudukan yang setiap tahunnya terus meningkat, tentu akan menimbulkan masalah," kata Sri Artatik. Mengenai penyebab banyaknya penduduk masuk ke daerah perkotaan, Artatik menyebutkan, antara lain karena Denpasar merupakan ibu kota provinsi, di mana hampir semua kegiatan perekonomian maupun pendidikan terfokus di daerah ini. Dikatakan, pertumbuhan penduduk tersebut hanya sebagian kecil saja disebabkan oleh pertumbuhan alami, tetapi lebih banyak karena mutasi penduduk baik dari kabupaten di Bali maupun dari luar Bali. Untuk mengantisipasi permasalahan penduduk tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan pendekatan dengan aparat desa untuk mengecek mengenai tujuan mereka datang ke Kota Denpasar. Ia menambahkan, adanya penertiban penduduk bukan berarti tidak memberikan kesempatan kepada pendatang dalam mencari nafkah dan mengadu nasib di Kota Denpasar. "Kota Denpasar sangat terbuka dengan siapa saja, asalkan mereka mau mengikuti aturan-aturan yang berlaku di kota ini," ucapnya. Untuk penduduk yang telah ditertibkan diharapkan segera melengkapi identitas penduduk sementara (KIPS)
Salah seorang penduduk penduduk yang kena ciduk, Arifin asal Bodowoso mengaku telah berada di Denpasar selam 17 bulan. Selama tinggal di Denpasar Ia mengaku tidak pernah mengurus identis diri. Arifin yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung berjanji akan segera mengurus identitas di Denpasar. â€Saya akan segera mengurus identitas di Denpasar apalagi Saya mau mudik ke jawa,†ujarnya.(Gst)