RAI MANTARA AJAK MASYARAKAT BANGUN KESADARAN BERSAMA ATASI LINGKUNGAN
Walikota Denpasar mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama atasi permasalahan lingkungan.Mengingat dalam pembangunan kota terjadi peningkatan perkembangan ekonomi. Seiring dengan perkembangan tersebut juga diikuti oleh kompleksitas permasalah kota salah satunya permasalahan lingkungan. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membukan pencanangan lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kebersihan banjar se-Kota Denpasar di Br. Abian Kapas Kelod, Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (2/9). Dalam pencanangan tersebut dihadiri pula Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta jajarannya serta tokoh-tokoh masyarakat.
Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan mengatasi kompleksitas permasalahan tersebut diperlukan pula pembangunan yang berkelanjutan dengan menghasilkan suatu pembangunan yang lebih baik. Untuk itu tokoh-tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi berbagai permasalah kota. â€Intinya efektivitas itu terjadi tergantung dari kesadaran masyarakat,†ujar Rai Mantra. Menurut Rai Mantra permasalah Demam Berdarah (DB) di Kota Denpasar disebabkan beberapa faktor diantaranya masalah kependudukan dan masalah lingkungan. Disamping itu sikap cuek dari masyarakat yang tidak peduli dengan keadaan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan salah satu penyebab terjadinya DB. â€Saya menghimbau masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Mengingat keterbatasan tenaga yang dimiliki Pemerintah Kota,†ujar Rai Mantra. Untuk itu Ia mengharapkan partisipasi dan kesadaran masyarakat terus meningkatkan gotong royang di banjar-banjar. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mengatakan pentingnya memahani konsep Tri Hita Karana mengingat konsep nenek moyang ini sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan jaman konsep ini perlu lebih ditanamkan kembali terutama masalah powongan dan palemahan. Mengingat pewongan dan palemahan merupakan konsep mengatasi masalah lingkungan.
Sementara Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Sri Armini dalam laporannya mengatakan tujuan lomba PSN dan kebesihan banjar guna memberikan motivasi serta pembinaan pada masyarakat agar peduli terhadap gerakan PSN dan kebersihan lingkungan. Disamping juga untuk memberikan penghargaan pada masyarakat yang telah melaksanakan gerakan PSN dilingkungannya. Serta untuk mewujudkan denpasar bebas jentik dan bersih. Lomba PSN dan kebersihan banjar tahun 2010 menyasar 405 lingkungan di Kota Denpasar. Dari jumlah tersebut 112 banjar/lingkungan di Kecamatan Denbar, 87 banjar/lingkungan di kecamatan Dentim, 101 banjar/lingkungan di kecamatan Denut dan 105 banjar/lingkungan di kecamatan Densel. Penilaian lomba dimulai dari tanggal 7 September hingga 18 Desember 2010.(Gst)