RAI MANTRA TINJAU POSKO TERPADU LEBARAN
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra meninjau langsung posko terpadu lebaran di Terminal Ubung, Jumat (3/9). Posko terpadu lebaran di Terminal Ubung merupakan salah satu satu simpul transportasi nasional sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. 231 tahun 2010. Sebelum melakukan peninjauan kelapangan, Rai Mantra memimpin apel siaga yang diikuti oleh unsur Kepolisian, TNI, Trantib, Dinas Perhubungan dan instansi terkait.
Rai Mantra dalam sambutannya mengatakan ditetapkannya Terminal Ubung sebagai salah satu simpul transportasi nasional, maka Pemkot Denpasar mengantisipasi dengan membetuk Tim Posko Terpadu yang terdiri dari 14 instasi terkait demi kelancaran angkutan lebaran. Posko terpadu lebaran ini mulai H-7 yaitu tanggal 3 September sampai H +7 17 September 2010.
Menurut Rai Mantra perkembangan arus mudik melalui terminal Ubung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dibandingkan dengan angkutan reguler tiap harinya, angkutan lebaran mengalami peningkatan 300 persen. Untuk itu Rai Mantra, memandang perlu ada istimasi arus penumpang sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang. Rai Mantra mengharapkan posko terpadu ini berjalan optimal sehingga pelayanan transportasi darat dapat ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra memberikan perhatian khusus terhadap lonjakan arus mudik dan arus balik, perilaku angkutan umum terkait penetapan tarif angkutan yang tidak sehat antar otobus, kesiapan awak bus serta pengamanan seputar terminal Ubung.
Sementara Kabid Angkutan Dishub Denpasar Hari Edi ditemui usai mendampingi Walikota meninjau posko terpadu menjelaskan, dibentuknya Pos Keamanan Terpadu ini adalah bertujuan untuk memberikan pelayanan terutama terhadap jaminan keselamatan kepada para pemudik baik saat dalam perjalanan maupun saat diterminal serta memberikan layanan informasi seputar arus mudik disamping mengatur dan mengendalikan kelancaran arus mudik. Dengan pelayanan yang terpadu diharapkan para pemudik akan lebih nyaman dan aman tidak ada lagi perasaan was-was ditarik kesana kemari oleh para calo tiket atau kekhawatiran terhadap para kondektur ataupun sopir yang ugal-ugalan. Untuk Dinas Perhubungan sendiri telah mengerahkan 250 personil yang terbagi dua ship akan intens melakukan pengawasan baik didalam maupun diluar terminal. Untuk antisipasi lebaran tahun ini pihaknya menyikapkan armada angkut sebanyak 180 armada dengan 7.424 seat, termasuk armada cadangan yang jumlahnya puluhan. Terhadap armada angkut yang disiapkan pihaknya juga melakukan tes uji kelayakan sehingga ketika diberangkatkan semua armada siap tanpa kendala. Disamping itu pihaknya juga siap memberikan teguran apabila ditemukan adanya pelanggaran terutama terhadap kendaraan yang mengangkut dan menurunkan penumpang diluar terminal. Terhadap sopir dan kondektur diwajibkan melakukan tes kesehatan terutama tes terhadap kadar alkohol atau barang-barang terlarang lainnya. Menurut Hari Edi lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-3 hingga H+3. Untuk harga tiket yang yang diatur sesuai keputusan Kementrian Perhubungan adalah harga tiket ekonomi. Batas bawah harga tiket ekonomi Rp 86/km/penumpang sedangkan batas atas Rp 139 /km/penumpang. Sedangkan harga tiket non ekonomi di sesuaikan oleh masing-masing perusahaan.(Gst)