Menu

RATUSAN PENCARI KERJA “NGELURUG” DENPASAR

  • Selasa, 14 September 2010
  • 542x Dilihat
RATUSAN PENCARI KERJA “NGELURUG” DENPASAR
Ungkapan tersebut sangat tepat untuk Kota Denpasar kali ini, mengingat sebanyak 250 pekerja dari luar Bali “Ngelurug” (datang) ke Kota Denpasar untuk mencari kerja. Hal ini terungkat setelah Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Kepolisian, Kodim dan aparat Kelurahan Ubung melakukan sidak arus balik di Terminal Ubung, Selasa (14/9). Sidak yang menyasar 29 bus dimulai pukul 07.00 hinggal 09.30 berhasil menjaring 386 pendatang. Demikian disampaikan Kepala Bidang Mobilisasi, Dinas Kendudukan dan Catatan Sipil Pande Made Sri Artatik saat di temui di sela-sela sidak. Dari jumlah tersebut menurut Artatik sebanyak 134 hanya untuk mengunjungi keluarga, 250 mencari kerja. Dan bahkan dalam sidak tersebut di jarring dua orang warga tanpa identitas atas nama Amroh Okesih (54) dan Asmawati (50) namun telah dijamin oleh anaknya Supriyanto yang sudah lama menetap di Denpasar. Lebih lanjut Sri Artatik mengatakan penertiban yang dialaksanakan kali ini untuk melakukan pendataan administrasi kependudukan bagi penduduk yang datang ke Kota Denpasar. Sidang di diterminal Ubung untuk arus balik akan berlangsung selama 4 hari hingga tanggal 17 September mendatang. Terkait dengan adanya pendatang yang telah turun di luar terminal Ubung sehingga tidak terkena sidak, Sri Artatik mengaku pihaknya akan melaksanakan sidak langsung ke desa-desa maupun kelurahan. “Kita harapkan dalam sidak yang langsung menyasar kantong-kontong penduduk seperti banjar dan lingkungan diharapkan tertib administrasi kependudukan di Kota Denpasar dapat menjadi lebih baik,” ujar Artatik. Salah seorang penduduk pendatang Amaroh yang dijemput anaknya mengaku baru kali ini datang ke bali utuk tinggal ikut anaknya di Denpasar. Kedatangannya ke Kota Denpasar didampingi istrinya. “kedatangan saya berdua bersama istri tidak membawa surat keterangan tanda penduduk daerah asal, jadi saya menunggu anak datang untuk menjemput,” ujar Amaroh. Amaroh berjanji akan menyuruh anaknya untuk mengurus administrasi kependudukan di Kota Denpasar, agar dapat tinggal bersama anak lebih lama dan aman. Ia juga mengaku akan selamanya tinggal di Denpasar bersama anak. Karena dikampung halaman hanya tinggal berdua bersma istri. “terkadang saya kesepian tinggal sendiri dikampung halaman bersama istri, jadi sesudah lebaran tahun ini saya berjanji bersama anak akan menetap di Denpasar,” ungkap Amaroh. (gst)