TAWUR KESANGA DIPUPUT SARWA SADAKA 6 SULINGGIH Hari ini upacara Mepapada
Denpasar- Persiapan menyambut datangnya Hari Raya Agama Hindu Tahun Baru Nyepi Caka 1931 yang jatuh pada kamis ( 26/3 ) nanti tampak mewarnai sudut-sudut Kota Denpasar.
Salah satunya persiapan Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan di Lapangan Puputan Badung pada hari ini (23/3) . “Persiapan untuk melaksanakan tawur kesanga serangkaian menyambut Tahun Baru Nyepi 1931 hampir rampung,†tegas Kabag Humas Setda Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, SE kepada wartawan di Kantor Walikota Denpasar. Tingkatan upacara yang diambil adalah Tawur Agung yang merupakan salah satu tingkatan upacara caru tertinggi dengan menggunakan hewan korban kerbau.
Dalam kesempatan itu Kabag Humas Erwin Suryadarma menyampaikan himbauan Walikota Denpasar agar seluruh umat Hindu Kota Denpasar dapat melaksanakan rangkaian perayaan Nyepi, khususnya brata penyepian dalam suasana yang khidmat dan damai. Sebab makna dari perayaan Nyepi adalah pengendalian diri yang ditandai dengan pelaksanaan brata penyepian tersebut.
Lebih jauh Kabag Humas Erwin Suryadarma menyatakan bahwa sebelum melaksanakan tawur, akan dilaksanakan upacara mepepada pada hari ini kamis (23/3) “Upacara mepepada akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pengiasan dari Griya Beraban Denpasar mulai sore jam 14.00 Wita ,†jelas Erwin Suryadarma. Upacara yang bertujuan menyucikan hewan-hewan yang akan menjadi caru dalam upacara tawur kesanga ini dimeriahkan penampilan Sekaa Gong Kusuma Sari dari Banjar Paang Klod,Penatih . “Selain kerbau, juga akan dikorbankan binatang kambing, celeng selem, sapi, banyak, angsa, ayam 9 warna, anjing blang bungkem dan bebek putih pengeresiganan,†tegas pria murah senyum ini.
Sedangkan untuk upacara tawur kesanga akan dipuput oleh Enam sulinggih. “ Enam sulinggih ini akan muput secara bersamaan di bale pawedan yang telah dibangun Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar,†tegas pria asal Buleleng ini. Keenam sulinggih tersebut Ida Pedanda Putraka Timbul dari Griya Timbul Kesiman,Ida Pedanda Gede Ketut Giri dari Griya Bekul Manis,Ida Rsi Bujangga Oka Widnyana dari Griya Yadnya Ubung,Ida Sri Empu Jaya Dangka Suta Reka dari Griya Kusuma Sesetan,Ida Jero Dukuh Udalaka Dharma dari griya Dukuh Peguyangan dan Ida Sri Empu Pande Aji dari Griya Tatasan Tonja.Untuk masalah dispensasi , Pemerintah Kota tidak mengeluarkan dispensasi nyepi ,karena dispensasi diserahkan kepada desa adat masing-masing†Bila ada warga yang sakit sehingga perlu dibawa kerumah sakit disarankan minta tolong kepada pecalang desa adat setempat†Ungkapnya Sedangkan untuk melis atau mekiis waktu dan harinya diatur oleh desa adat setempat ( Erwin Suryadarma )