TEKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pengendalian laju pertumbuhan penduduk baik melalui pengaturan kelahiran maupun pengaturan mobilitas penduduk harus dilaksanakan secara bersama-sama dan bersinergi. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Denpasar di Ruang Praja Utama Kantor Walikota, Rabu (23/3). Rakerda yang berlangsung sehari diikuti 200 peserta dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kota Denpasar I Wayan Sugiarta dan Kabid PKB/KR BKKBN Provinsi Bali IB Wirama.
Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi, tanpa diimbangi upaya peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan pendapatan keluarga yang memadai akan menimbulkan berbagai masalah yang menjadi beban pemerintah daerah. Salah satu alasan tersebut harus dijadikan alasan utama untuk melaksanakan Program KB secara konsisten. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mengharapkan pada para peserta untuk mengikuti kegiatan secara tertib sehingga dapat menyusun program dan kegiatan secara terpadu dalam upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk secara holistic. Disamping itu program-program yang berkaitan dengan upaya peningkatan ketahanan keluarga, pemberdayaan keluarga dan penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja agar terus ditingkatkan jangkauan pelayanannya. Yang tak kalah pentingnya menurut Rai Mantra agar semua institusi dan pranata meningkatkan capacity building untuk mendukung pelayanan KB sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan secara prima seusai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kepala Badan KB dan PP Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti ditemui disela-sela acara mengatakan melalui Rakerda dapat diidentifikasi keberhasilan dan kendala dalam pelaksanaan program tahun 2010 lalu. Disamping itu Rakerda yang dilaksanakan untuk menjabarkan komitmen strategis dan menjabarkan program kerja KB. Terkait dengan kedala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tahun 2010 lalu Laksmi Dharmayanti mengatakan masih rendahnya partisipasi perserta KB terutama peserta KB pria. Untuk itu pihaknya terus melaksanakan sosialisasi serta member reward pada peserta KB pria.
Sementara Ketua Panitia penyelenggara Dr. Liliek dalam laporannya mengatakan berdasarkan komitmen kinerja program (KKP) peserta KB baru tahun 2010 di Kota Denpasar sebesar 12.737 peserta atau diatas angka yang ditetapkan sebesar 10.752. Untuk peserta KB aktif juga mengalami penikatan dimana angka yang ditetapkan sebesar 59.087 peserta sedangkan sampai akhir Desember 2010 mencapai 65.099 peserta. Semua keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang sangat baik dengan para mitra kerja. Meningat tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kota Denpasar akibat tingginya migrasi masuk pihaknya bekerjasama dengan mitra kerja terus melaksankan pelayanan kontrasepsi secara gratis.