KPA Sasar 20 Finalis TTD, Gelorakan Stop AIDS
HIV dan AIDS menjadi permasalahan global yang penularannya terus meningkat serta saat ini di Kota Denpasar mencapai 95 persen yang menimpa usia produktif. Hal ini membuat Komisi Penanggulagan AIDS (KPA) Kota Denpasar terus berupaya melakukan pencegahan dan deteksi dini menginat HIV sangat sulit di deteksi dan hanya bisa melalui tes darah yang biasa di sebut fenomena gunung es. Untuk itu KPA Kota Denpasar menyasar 20 finaslias Teruna Teruni (TTD) Denpasar 2014 untuk secara bersama-sama menggelorakan stop HIV AIDS khusunya kepada generasi muda usia produktif. Demikian diungapkan Wakil Ketua III KPA Kota Denpasar, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Jumat (21/3) saat membuka pelatihan HIV /AIDS bagi Finalis Teruna Teruni Kota Denpasar Tahun 2014.
Lebih lanjut dikatakan estimasi kasus HIV di Kota Denpasar Tahun 2012 diperkirakan 9.176 kasus dan ditemukan 3.483 kasus. Data ini menunjukan betapa besar resiko yang dihadapi kelompok penduduk usia muda saat ini, yang menuntuk perhatian kita bersama dalam melakukan tindakan nyata. Hal ini juga merupakan tantangan yang menuntut kita untuk merespon dengan cepat melakukan upaya perkembangan epidemi ini ke arah yang lebih buruk dari hulu hingga hilir. Upaya dihulu yang dapat kita lakukan menurut Sri Armini, dengan memberikan pembekalan yang cukup kepada masyarakat mengenai pendidikan moral, agama, mengenai kesehatan produksi, HIV dan AIDS, serta pengetahuan mengenai bahaya penggunaan Napza, karena hal-hal inilah yang menjadi pintu masuk dari pertumbuhan epidemi HIV dan AIDS. “selain kegiatan seperti pencegahan bagi mereka yang belum beresiko, maka perlu dilakukan upaya pencegahan pada populasi yang tetap melakukan perilaku berisiko,” ujar Sri Armini. Upaya ini dengan memperhatikan jalur jalur trasnmisinya melalui alat suntik pada penggunaan Napza, dan transmisi melalui penularan dari ibu kepada anaknya. “kepada teruna teruni Denpasar untuk dapat mawas diri, introspeksi diri sejauh mana kita telah berbuat untuk dapat menjaga keluarga dan bangsa kita terhindar dari bahaya HIV dan AIDS,’ ujar Sri Armini.
Sementara salah satu Finalis Teruna Teruni Denpasar I GSt Agung Dharma Putra, mengatakan pelatihan kali ini dapat kita terapkan dimasyarakat dalam membantu pemerintah untuk mencegah epidemi penyakit yang tidak ditemukan obatnya ini. Siswa Kelas 3 SMAN 4` Denpasar ini juga mengaku, sekolahnya telah membentuk Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba yang kegiatannya memberikan penyuluhan kepada generasi muda untuk dapat mawas diri dan melakukan pencegahan HIV dan AIDS. “pelatihan ini menjadi suatu kesempatan untuk kami sebagai teruna teruni Denpasar dalam menampung beberapa masukan dari para LSM dalam melakukan pencegahan, serta sosialisasi kepada masyarakat luas dalam menekan penyebaran HIV dan AIDS,” ujar Agung Dharma Putra. (Pur/humasdps)