Denpasar, Ada yang menarik dari peringatan HUT PDAM Kota Denpasar ke 17, Selasa (1/7) di wantilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, yakni pementasan sebuah tarian yang diberi nama Tari Waruna Kamandalu yang membuat decak kagum para undangan yang hadir. Tarian ini diangkat dari cerita Tirta Kamandalu yang dikisahkan para dewa dan para raksasa melakukan pemutaran Gunung Mandara Giri guna mendapatkan tirta amerta sebagai air kehidupan yang abadi.
Dalam hal ini, Dewa Baruna yang dijuluki Jalapati dipercayai sebagai penguasa air oleh para dewa, begitu halnya Pemerintah Kota Denpasar mempercayai PDAM Kota Denpasar sebagai pengelola air bersih guna kesejahteraan dan kemakmuran warga Denpasar. Berpedoman pada Visi, Misi, Moto, dan Janji layanan PDAM Kota Denpasar yang telah ditetapkan, tanpa mengabaikan konsep Tri Hita Karana. Dari konsep dasar tersebut, dikaitkan dengan sifat keagungan, kejernihan, dan ketenangan untuk selalu kreatif, inovatif, dan dinamis di ekspresimentasikan kedalam bentuk karya Seni Tari Kreasi yang nantinya menjadi tari kebesaran PDAM Kota Denpasar.
Adapun bentuk tari kebesaran ini terdiri dari, pepeson (mencerminkan keagungan), pengawak (mencerminkan kejernihan dan ketenangan), dan pengecet (mencerminkan kreatif, inovatif, dan dinamis). Adapun ide dan pesan yang ingin disampaikan melalui tarian ini adalah, dengan meniru sifat-sifat air yaitu kejujuran, kejernihan, ketenangan dalam melayani masyarakat Kota Denpasar melalui moto Sewaka Dharma yakni melayani adalah kewajiban.
Selanjutnya berpesan kepada masyarakat/pelanggan dapat memanfaatkan air dengan efisien, jadikan hidup kita seperti air dengan memperoleh kelembutan tanpa merusak dan mengacaukan yang lain. Meskipun air bergerak pelan sedikit demi sedikit, tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Hati seseorang dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih sayang, bukan dengan paksaan dan kekerasan. Dengan penggagas tari Direktur Utama PDAM Kota Denpasar Putu Gede Mahaputra, penata tari I Wayan Juana Adi Saputra, penata tabuh I Ketut Suandita, dan diiringi penabuh dari Sekaha Gong Tirta Suara Dharma PDAM Kota Denpasar. (Ngurah Humas Dps).