WALIKOTA DENPASAR PAPARKAN “DRIVE THRU” DIHADAPAN 34 BUPATI/WALIKOTA SE-INDONESIA
Keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan inovasi pelayanan publik pengujian kedaraan drive thru mengantarkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sebagai pembicara nasional dihadapan 34 bupati/walikota se-Indonesia yang juga alumni Harvard University, Senin (24/3) di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) di Jakarta. Seminar inovasi palayanan publik tersebut dibuka secara resmi, Wakil Menteri PAN dan RB Eko Prasojo.
Dalam pemaparannya Walikota Depasar IB Rai Dharawijaya Mantra menyampaikan isu permasalahan aktual seperti adanya pungli liar, penumpukan kendaraan, berbelit-belit dan masalah lainnya menjadi tantangan untuk melakukan reformasi dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Untuk itu menurut Rai Mantra, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan melaksanakan pengujian kendaraan bermotor berbasis drive thru. Penerapan sistem pelayanan inovasi ini didukung oleh peningkatan kapasitas seperti SDM, sistem, sarana dan prasarana termasuk sporting kebijakan. Disamping juga penerapan pelayanan dengan berpegangan pada ISO 9001;2008 serta sistem pembayaran langsung ke bank diharapkan dapat lebih memberikan kepuasan dalam pelayanan. Sejak diterapkannya drive thru tahun 2010 sampai tahun 201 kendaraan bermotor yang melakukan pengujian semakin meningkat sebanyak 8.967 atau sebesar 6,6 persen setiap tahunnya. Disamping itu melalui sistem drive thru memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menyampaikan indek kepuasannya dengan sistem Indek Kepuasan Masyarakat berbasi IT (informasi teknologi).
Sementara Wakil Menteri PAN dan RB Eko Prasojo saat membuka acara tersebut mengatakan keberhasilan otonomi daerah tergantung kepala daerah dan DPRD serta dukungan masyarakat di daerah tersebut. Indek efesiensi di Asia Indonesia masih dibawah Singapur karena semua ini tergantung pada dukungan di pemerintah daerah. Untuk meningkatkan daya saing nasional birokrasi menjadi perhatian prioritas pemerintah pusat.
Ketua Panitia Deputi Pelayanan Publik, Mirawati mengatakan pertemuan ini merupakan salah satu untuk melakukan evaluasi terhadap inovasi yang telah dilakukan terhadap para alumni Harvard University Bupati/Walikota se-Indonesia. Disamping sebagai ajang temu kangen para alumni angkatan satu sampai tiga juga untuk tukar informasi terhadap setiap inovasi di masing-masing daerah. Kedepannya Mirawati mengharapkan setiap daerah mampu membuat inovasi setiap tahunnya.
Kepala Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri Ahmad Junaidi mengatakan pemerintah memberikan kesempatan untuk kepala daerah meningkatkan kemampuannya melalui pendidikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mempercepat reformasi birokrasi sehingga bisa mewujudkan pelayanan yang prima untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Gst_Humas)