Menu

Cegah Rabies, Pemkot Denpasar Gelar Vaksinasi Rabies Massal

  • Selasa, 15 April 2014
  • 1231x Dilihat

Untuk membebaskan Denpasar dari penyakit rabies, Pemerintah Kota Denpasar  melalui Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kota Denpasar menggelar vaksinasi rabies massal di  Banjar Pakraman Batuparas Desa Padangsambian Kaja Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (15/4). Bulan vaksinasi rabies masal tahap 5 di Kota Denpasar ini berlangsung dari tanggal 15 April hingga 31 Juli 2014, dimana Denpasar sebagai Ibukota Provinsi Bali dan tujuan wisata harus terbebas dari penyakit rabies, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Denpasar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas  Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta disela-sela pelaksanaan vaksinasi rabies massal.

Lebih lanjut Agung Bayu mengatakan, untuk membebaskan Bali dan Denpasar pada khususunya terhadap virus rabies, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk secara rutin melakukan vaksinasi rabies yang digelar secara cuma-cuma oleh Pemkot Denpasar. Untuk tahun 2014 ini, Agung Bayu menargetkan sekitar 55 ribu ekor karena berdasarkan dari hasil vaksinasi tahun lalu memperoleh sekitar 50 ribu ekor, jadi bisa diprediksikan kenaikan populasi vaksinasi sekitar 5 persen atau 5 ribuan. “Vaksinasi ini dijalankan secara serentak dan target di bulan Juli ini sudah bisa selesai, mudah-mudahan dengan berjalannya vaksinasi dan sosialisasi berbarengan ini bisa meminimalisir atau menekan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kota Denpasar”, kata Agung Bayu. Kendala-kendala yang dihadapi dalam meminimalisir HPR, menurut Agung Bayu, yakni adanya distribusi  atau perpindahan anjing dari satu daerah ke daerah lain, dan ini yang sudah dijajaki serta melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas se- Bali sehingga ada penangan yang cepat. “Diperlukan tingkat kesadaran masyarakat untuk meminimalisir terjadinya penularan virus rabies, disamping itu memelihara anjing dengan baik perlu diperhatikan kebersihan kandangnya dan yang terpenting adalah jangan sesekali meliarkan anjing peliharaan” , tegasnya. Selebihnya menurut Agung Bayu, pihaknya sudah menurunkan 8 Tim yang turun kemasing-masing banjar untuk setiap harinya turun ke lapangan memberikan vaksinasi rabies secara gratis, sehingga di bulan Juli ini Denpasar sudah habis dalam memberikan vaksinasi. Disinggung masalah angka rabies pada HPR, Agung Bayu mengatakan untuk tahun 2013 tidak ada kasus, masyarakat saat ini sudah semakin sadar dan sudah tidak ada yang meliarkan anjingnya, kalaupun ada gangguan anjing liar  masyarakat sudah langsung melapor ke pihaknya. Kedepannya Agung Bayu berharap, agar Denpasar bisa bebas dari penyakit rabies serta tingkat kesadaran dari masyarakat semakin tinggi dan otomatis populasi anjing liar semakin sedikit.

Sukarta Salah seorang warga banjar setempat, yang memiliki hobi memelihara anjing, menyambut baik apa yang dilakukan oleh Pemkot Denpasar ini. “Saya berharap kedepannya Dinas terkait, terus melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies dan sosialisasi seperti ini, guna menekan laju dari penyakit rabies. Selain itu juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, betapa pentingnya memberikan vaksinasi pada hewan peliharaan kita” kata Sukarta. (Ngurah HUMAS Dps).