Denpasar-Dalam rangka open house Sekolah Tinggi Perhotelan Bali Internasional akan menggelar berbagai lomba untuk melestarikan kebudayaan Bali dan meningkatkan pariwisata. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 8 Mei mendatang, di Sekolah Tinggi Perhotelan Bali Internasional.
Melestarikan kebudayaan Bali lomba yang digelar adalah lomba makendang tunggal, sedangkan meningkatkan pariwisata dengan lomba cooking competition dengan tema Balinese risjtafell dan fruit carving dengan tema Tri Hita karana. Secara keseluruhan kegiatan tersebut mengambil tama “Heritage of Bali”. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.
Rai Mantra mengatakan, hal tersebut sangat bagus, karena dapat memperkenalkan makanan khas Bali. Karena masakan khas Bali telah masuk ke ranah pariwisata perhotelan. Namun, untuk lomba food dalam penyajiannya harus secara bagus agar banyak yang tertarik. “Kriterianya pun harus jelas, sehingga mulai sekarang harus sudah mulai belajar dalam cara menanata dan mengolah,” ungkapnya, Senin (3/3) saat audensi.
Lebih lajut dikatakan, dalam acara tersebut juga harus memasukan loloh, karena loloh merupakan minuman khas Bali. Karena sudah banyak bule-bule yang ada di Sanur menjual loloh, tapi dengan nama yang bermacam-macam.
Sementara, Mahasiswa I Putu Gede Reza Kusuma mengatakan, dalam lomba makendang tunggal ada dua katagori yang pertama dari umur 12 hingga 16 tahu dan 16 hingga 18 tahun, yang bisa diikuti oleh sekolah, sanggar dan masyarakat umum. Namun, untuk menghadirkan pengunjung lebih banyak pihaknya menginginkan dukungan dari Walikota Denpasar. Serta Pialanya pemenang lomba akan mempergunakan nama Walikota Denpasar.
Sedangkkan, untuk menompang pariwisata akan menggelar lomba cooking competition dan fruit carving, serta akan menyajikan minuman khas Bali yakni loloh. Untuk menilai pemenang lomba, akan melibatkan juri dari pihak Indonesia Chef Association (ICA). Namun, agar masakan khas Bali tidak hanya dikenal saat lomba. Usai acara pihaknya akan membuatkan buku resep yang akan diberikan di setiap Sekolah Pariwisata, Perpustakaan dan Walikota Denpasar. “Hal ini agar masyarakat tidak lupa apa yang dimiliki oleh Bali,” ungkapnya.
Sehingga dalam lomba akan ratakan dan umurnya pun dibatasi sampai 25 tahun, hal tersebut karena makanan Bali sudah diketaui dari dulu. Tidak hanya itu, setelah pembukaan akan diadakan acara demo memasak dengn menyajikan 40 resep. “saya berharap dengan lomba ini masyarakat dan anak muda tidak lupa dengan masakan khas Bali dan mewariskan apa yang dimiliki oleh Bali,” ungkapny. Ayu/humas