Menu

Dari Malam Apresiasi Hut 226 Kota Denpasar

  • Kamis, 27 Februari 2014
  • 1210x Dilihat

Pecahkan Masalah Suprastruktur, Bangun Jiwa dan Karakter Masyarakat

Peringatan Hut Ke-226 Kota Denpasar berlangsung meriah, berbagai kegiatan dengan melibatkan seluruh masyarakat Denpasar digelar dengan mengambil tema “Bersama Masyarakat Membangun dan Peduli Kota Denpasar”. Puncak Hut Kota Denpasar diselenggarakan, Kamis malam (27/2) dengan menggelar acara yang bertajuk Malam Apresiasi Seni dan Budaya di Ardha Candra Taman Budaya Denpasar yang dimeriahkan berbagai hiburan atraksi budaya, dari musik tadisional, modern, kolaborasi hingga launching inovasi baru generasi muda Denpasar yakni Keyboard Aksara Bali. Disamping itu kemeriahan Hut Tahun ini juga diisi dengan tarian tenun yang dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar I.A Selly Dharmawijaya Mantra bersama puluhan ibu-ibu Camat dan kades/lurah Denpasar. Kolaborasi tarian maskot Denpasar juga ikut dipentaskan yakni Tari Sekar Jempiring, Baris Branding, dan Tarian I Tenggek maskot fauna Kota Denpasar. Malam Apresiasi dan Budaya juga diisi dengan kegiatan penyerahan penghargaan lomba-lomba dan penghargaan Kerti Budaya serta Parama Budaya kepada Seniman dan Budayawan Kota Denpasar. Acara ini juga dihadiri Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar beserta seluruh anggota DPRD Kota Denpasar, Ketua BPK RI Perwakilan Bali Arman Sifa, seniman, tokoh Puri, dan akademisi.

Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan sangat tidak mudah mengelola Kota Denpasar sebagai kota urban dengan kepadatan penduduk 5600 lebih per km persegi, sehingga dibutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam membangun. Tidak saja memecahkan masalah infrastruktur, namun juga mampu memecahkan masalah suprastruktur masyarakat, dengan membangun jiwa, dan karakter masyarakatnya. “tidak bisa mengatasi permasalahan dengan mudah seperti urbanisasi, jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan biaya sosial yang tinggi terhadap pemerintah daerah, seperti masalah sampah, banjir, dan masalah kekumuhan. Serta urbanisasi juga dapat mempertemukan multikultur kota tersebut yang merupakan hal sensitif yang harus kita pecahkan bersama,” ujar Rai Mantra. Berbagai permasalahan Kota Denpasar dibutuhkan kesadaran budaya yang baik, etika, dan kebersamaan yang tinggi seluruh masyarakat, sehingga mampu menjawab tantangan kedepan.  “kita tidak usah muluk-muluk jalankan program pemerintah, namun yang simpel-simpel saja dengan partisipasi besar harapan dari masyarakat, seperti permasalahan kebersihan tidak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah dengan dana, tenaga, dan anggaran terbatas, namun juga menjadi tanggungjawab bersama seluruh masyarakat.  Jika kita berperilaku bersih  dan sehat maka harkat dan martabat kita akan terangkat,” ujar Rai Mantra. Apa yang menjadi kritikan masyarakat sangat baik sekali sebagai kritik membangun  yang banyak menyangkut infrastruktur. Seperti penanganan masalah banjir yang sudah terlaksana, namun belum secara menyeluruh yang terganjal dengan dana, yang banyak dibantu dari pemerintah pusat. “kita berusaha sekali dalam memperbaiki infrastruktur yang ada, sehingga mari kita sama-sama berpikir untuk pecahkan masalah tersebut, karena infrastruktur Kota Denpasar yang asetnya ada milik pemerintah pusat, Propinsi Bali dan Kota Denpasar,sehingga penanganannya terbelenggu aturan dan tanggungjawab,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut menurut Rai Mantra tugas pemerintah yang meliputi tugas primer melakukan pelayanan, dan tugas sekunder, melakukan pemberdayaan. Kami sadar dan terus berupaya dalam mengatasi berbagai permasalahan di Kota Denpasar. Dalam perayaan malam apresiasi tersebut Walikota Rai Mantra juga mengajak seluruh masyrakat untuk berperan aktif dalam mengatasi permalsahan kebersihan Kota Denpasar, serta mendengungkan yel-yel kebersihan Denpasar, yang diikuti ribuan penonton yang hadir dalam kesempatan tersebut. (Pur/humasdps)