Walikota Rai Mantra : Ciptakan Generasi Muda Yang Berkarakter dan Berbudaya
Generasi Muda yang merupakan generasi bangsa dalam era globalisasi ini hendaknya mampu memperjuangkan karakter dan ideaalisme dalam membangun bangsa, yang artinya kita harus mampu menampakan idialisme dan jati diri kita, dan sebagai orang Bali, orang Indonesia harus memiliki jati diri yang baik. Dengan demikian harkat dan martabatnya ditinggikan dalam persaingan global. Demikian ditegaskan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Denpasar periode masa bakti Tahun 2013-2016, Selasa (11/3) di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, yang ditandai dengan pemukulan gong. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Tokoh Masyarakat, serta Instansi terkait lainnya.
Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengatakan, kalau kita mau lebih pintar dari orang lain kita harus memiliki karakter yang baik seperti etika, kemandirian, keteguhan, dan prinsip. Kalau ingin berdemokrasi dan memiliki pendidikan berkarakter maka tinggal berdemokrasi dengan prinsip. “Kalau sudah ada karakter dan prinsip, anda akan selamat dalam membuat kebijakan, tapi kalau sebaliknya tidak ada karakter dan prinsip, maka akan berbahaya anda dalam membuat kebijakan,” kata Rai Mantra. Ditambahkan, masalah menyeluruh yang ada di Kota Denpasar saat ini adalah kenakalan remaja, dan ini membawa fenomena baru, dimana Denpasar itu adalah kota pendidikan, kota teknologi dan informasi. “Globalisasi itu belum tentu baik, sekarang kalau berbicara mana yang tradisi dan modern susah, kalau yang modern merusak bukan modern namanya justru tradisi namanya. Tapi kalau tradisi yang mampu bersaing, itu namanya modern. Belum tentu tradisi itu semuanya jelek, dan belum tentu modernisasi semuanya baik” katanya.
Hal senada dikatakan Ketua KNPI Bali, Nyoman Gede Antaguna, bahwa pemuda harus menjalin komunikasi yang baik dan berkelanjutan. “Saya selaku Ketua KNPI Bali berharap peran genersi muda di Denpasar dapat lebih banyak terlibat untuk kemajuan Kota Denpasar”, kata Antaguna. Selebihnya, Antaguna mengatakan, DPD KNPI Kota Denpasar sebagai pilot project dari pengejawantahan dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009, tentang pemuda, bahwa ada garis-garis atau pakem yang dibuat untuk menterjemahkan apa itu pemuda, dan dengan diberikannya ruang, tentu bisa dimaksimalkan sebaik mungkin demi kemajuan bersama serta kemajuan pemuda Kota Denpasar ini.
Sementara Ketua DPD KNPI Kota Denpasar yang baru dilantik, Agus Ega Indra Jaya mengatakan bahwa kinerja dari KNPI Kota Denpasar yang baru dilantik ini diharapkan mampu bersinergi dalam kegiatan-kegiatan program dari Pemerintah Kota Denpasar, dalam artian kami siap diberdayakan sebagai generasi muda di Kota Denpasar. Agus Ega juga menyerukan kepada pemuda-pemuda yang ada di Kota Denpasar khususnya, untuk saling bersatu, bersinergi, jangan saling sikut, jangan saling menghancurkan diantara pemuda, sehingga memiliki satu suara guna bergandengan tangan untuk mewujudkan Denpasar yang aman dan berwawasan budaya. Kedepan, ia berharap dapat bekerjasama untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitas serta peran serta generasi muda di Kota Denpasar, agar trade mark dari anak kota yang penuh dengan euforia hura-hura sedikit demi sedikit dapat terkikis yang nantinya dapat bekerjasama secara aktif dan kreatif dalam wadah KNPI Kota Denpasar. “Dengan satu moto, pemuda Kota Denpasar siap menghadapi arus globalisasi, Denpasar sebagai kota yang berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa melupakan budayanya menuju kotaku rumahku” kata Agus Ega. (Ngurah HUMAS Dps)