Menu

Dari Pelantikan IDI Cabang Denpasar

  • Sabtu, 01 Februari 2014
  • 1530x Dilihat

Walikota Rai Mantra: Hadapi AFTA, Lakukan Advertaising di Masyarakat

Denpasar, ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan Negara-Negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional. Sebagai era perdagangan bebas AFTA juga melakukan kesepatan tentang Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan keahlian, termasuk pada dunia kedokteran yang menjadi pertimbangan kita bersama kedepan. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu (1/2) pada Pelantikan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Denpasar Masa Bakthi 2013-2016 bertempat di Hotel Nikki Denpasar.  

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan para dokter tidak hanya mendalami ilmu kesehatan saja, namun dalam menghadapi era ini juga dituntut para dokter dapat mempelajari ilmu advertaising yakni periklanan dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana mengkemas informasi menarik kepada masyarakat terutama terkait dengan perilaku hidup bersih dikalangan masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar menurut Rai Mantra sangat berkepentingan dengan wadah IDI dalam menentukan Indek Persepsi Manusia (IPM) terkait dengan tingkat kesehatan yang menjadi indikator penentu pertama disamping pendidikan dan ekonomi. Tahun 2015 ini Pemerintah Kota Denpasar juga melaksanakan pencapaian Milenium Development Goals (MDGs), yang menjadi tantangan  dalam mengatasi penyakit global serta perlu ada penanganan dari para dokter. Terkait dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang juga dapat dilakukan pengkemasan informasi kepada masyarakat terkait dengan pelayanan kesehatan sehingga tidak terjadi permasalahan dikemuadian hari. “kondisi persaingan saat ini yang menantang seluruh profesi tidak hanya pada rekan-rekan dokter saja juga diperlukan pemikiran yang betul-betul serta infromasi update yang membutuhkan program dari IDI,” ujar Rai Mantra.

Sementara dr. Ketut Suyasa Ketua IDI Denpasar terpilih, mengatakan yang menjadi prioritas pertama program IDI yakni pembinaan anggota dengan menekankan pada etika profesi. Hal ini terkait dengan tantangan kedepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menuntut kita bekerja secara profesional. Etika kedokteran harus selalau dipegang bekerja secara profesionala mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai organisasi profesi para anggota IDI Kota Denpasar harus tetap memegang apa yang menjadi kode etik kedokteran indonesia. Terkait pelaksanaan JKN menurut dr. Ketut Suyasa masih terjadi beberapa permasalahan, seperti belum tersedianya obat-obat formula nasional, tidak sinkronisasinya penyelenggaraan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) ditingkat layanan primer maupun difasilitas lanjutan. Sehingga pada kesempatan ini kita akan lakukan kupas tuntas beberapa kendala pelaksanaan JKN, sehingga tidak terjadi kebingungan dalam pelaksanaan JKN, dan tidak terjadi permasalahan dengan selalu bekerja secara profesional serta diikuti penunjang yang memadai. “kepada seluruh anggota IDI denpasar diharapkan agar selalu menjaga etika profesi yang merupakan tugas pokok dalam menjaga dan melindungi masyarakat sebagai konsumen, dokter sebagai pelaksanaan pelayanan sehingga mendapatkan hasil yang tercapai yakni menyehatkan masyarakat,” harapnya. (Ngurah Humas Dps)