Sekda Rai Iswara : Jadikan Momentum Spirit Moralitas
Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo kepada Raja Badung Ke-6, I Gusti Ngurah Made Agung pada peringatan Hari Pahlawan Nasional beberapa waktu lalu, hendaknya dapat menjadi momentum kebangkitan spirit moralitas bagi kita semua. Hal ini disampaikan Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara disela-sela acara Wujud Syukur Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (5/12) di Jaba Pura Satria.
Lebih lanjut Rai Iswara yang juga selaku keluarga besar Puri Agung Denpasar dan sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksana acara Wujud Syukur Gelar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Made Agung, mengatakan untuk menjadikan spirit moral perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung dalam kehidupan sehari-hari. "Setiap perkataan dan perbuatan atau tindakan harus bersandaran pada moralitas. Apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan pejuang kita dalam merebut kemerdekaan tidak hanyak hanyak mengadlkan kekuatan fisik semata, tetapi juga mengedepankan spirit moralitas. Nilai-nilai inilah yang harus kita teladani sekarang dalam mengisi kemerdekaan," kata Rai Iswara. Dalam kehidupan dewasa ini tambah Rai Iswara, tidak dapat terlepas dari tantangan kekinian dan arus globalisasi, oleh karena itulah moralitas menjadi hal yang sangat penting dalam membingkai setiap pikiran, ucapan dan perbuatan kita. Spirit moralitas ini juga menurut Rai Iswara, juga telah diajarkan melalui ajaran Tri Kaya Parisudha yakni tiga perbuatan atau perilaku yang baik meliputi Manacika yakni berpikir yang baik, Wacika yakni berkata yang baik dan benar, dan Kayika yakni berbuat yang baik. " Nilai-nilai dari ajaran Agama Hindu inilah yang hendaknya juga dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari, sehingga antara pikiran, perkataan dan pebuatan menjadi selaras.
Dalam prosesi pembangunan di Kota Denpasar senantiasa harus dilatari oleh pola pikir yang jelas, kemudian dijabarkan melalui visi dan misi program yang disebut dengan Manacika. Dengan adanya kejelasan pola pikir hendaknya kita mampu membahasakan, mengkoordinasikan dengan baik serta dengan penuh rasa santun yang disebut dengan Wacika. Selanjutnya Kayika sebagai penjabaran konkrit seyogyanya proses pelaksanaan pembangunan dilaksanakan secara berstruktur serta memberikan nilai kemanfaatan yang lebih besar kepada masyarakat. Hal tersebut yang kita dapat petik dan hikmah dari Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada I Gusti Ngurah Made Agung untuk masyarakat Bali, tidak hanya untuk pihak keluarga Puri Agung Denpasar tetapi juga bagi warga masyarakat Denpasar. Yang terpenting dari Penganugrahan gelar Pahlawan Nasional ini mampu memberikan vibrasi kepada masyarakat luas bagaimana kita mempunyai sikap yang tegas dan konsisten terhadap suatu kebenaran. "Apabila kita memperjuangkan kebenaran, niscaya kebenaran pula yang akan kita temukan walaupun tantangan dan rintangan tidak kecil, jika dilandasi dengan spirit dari ajaran Tri Kaya Parisudha niscaya prosesi pembangunan dapat terwujud dengan baik," tegas Rai Iswara. (pur/humasdps)