Diakhiri dengan Parade Budaya dan Melepas Matahari 2013
Denpasar– Ajang Denpasar Festival (Denfest) ke-6 yang berlangsung selama empat hari dari 28 - 31 Desember, berlangsung sukses dan meriah. Sejak dibuka hingga penutupan jumlah pengunjung yang membanjiri arena Denfest di titik nol kilometer Kota Denpasar terus membludak
Di pengujung akhir tahun 2013 itu, diisi dengan parade budaya dan prosesi melepas matahari 2013 yang dipusatkan di kawasan Patung Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, Selasa (31/12).
Sambutan dan animo masyarakat untuk mengunjungi arena Denfest sampai hari terakhir terus membludak. Dari empat zona lokasi arena Denfest, seperti food festival di jalan Gajah Mada dan Veteran, ragam tekstil di jalan Gajah Mada Barat, pameran handicraf di depan Museum Bali, dan pameran photo setiap hari selalu disesaki pengunjung.
Pada pelaksanaan Denfes ke-6 ini, kreativitas masyarakat dapat dipertunjukan dengan memberikan mereka ruang dan waktu termasuk Usaha Mikro Kecil (UKM). Seperti makanan khas Bali dan pameran lainnya tidak saja dilakukan pembinaan, namun mampu menampilkan dan menyajikan dengan baik.
Wali Kota I.B Rai Dharmawijaya Mantra di sela-sela penutupan Denfes 2013, mengatakan, gelaran Denfest merupakan ajang puncak kreativitas masyarakat Kota Denpasar dan sebagai media komunikasi masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan, peningkatan jumlah pengunjung di Denfest dan UKM banyak mengalami peningkatan, namun masih banyak yang belum dapat diakomodir dalam penyelengaraan Denfest tahun ini.
Sementara Ketua Panitia, A.A Putu Suwetja yang juga Bendesa Adat Denpasar mengatakan, pelaksanaan Denfest ke-6, diakhiri dengan kegiatan melepas matahari 2013, sebagai perhelatan tahunan untuk mengakomodir aktivitas dan kreativitas seni budya. Hal ini di samping sebagai media hiburan, juga sebagai wahana berkreativitas dan untuk perayaan akhir tahun.
Dengan Tema sentral “Denpasar Kotaku Rumahku” dan tag line Creative In Motion tematik Denfes tahun ini, dijabarkan dalam implementasi budaya, disajikan dengan kreativitas anak dari Tk hingga SMA/SMK se-Kota Denpasar. Aktivitas dan kreativitas yang tidak pernah henti ini sebagai cermin keberagaman situasional kultur masyarakat yang majemuk, namun saling berinteraksi (dewa humas)