Menu

Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Denpasar

  • Sabtu, 22 Februari 2014
  • 2237x Dilihat

Walikota Rai Mantra : Bentuk Generasi Muda yang Memiliki Karakter Intelktual

Memeriahkan hari jadinya ke-226 yang jatuh, tanggal 27 Februari 2014, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar menyelenggarakan lomba TTD (Teruna Teruni Denpasar), Sabtu (22/2) di Gedung Kesirarnawa Art Centre Denpasar.

Pemilihan TTD ini, mirip dengan pemilihan abang none ala Jakarta, di mana pemilihannya dinilai dari kemampuan wawasan (brain), prilaku (behavior), penampilan (beauty), dan keberanian (brave). Acara grand final berlangsung meriah, dan disaksikan ratusan penonton yang memadati Gedung Kesirarnawa Art Centre. Hadir puls di tengah-tengah acara iyu, yskni Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra, Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Kerti Iswara, Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar Wayan Gunawan, camat se-Kota Denpasar, tokoh adat, serta Instansi terkait lainnya.

Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya mengatakan, semua bisa dilakukan asalkan ada niat, dan memiliki komitmen yang tinggi. Pemilihan TTD ini sangat baik untuk  pembentukan karakter generasi muda, di samping intelektual dan budaya. Nilai budaya juga tidak boleh lepas, karena terdapat aspek mental, spiritual, dan intelektual yang menjadi poin untuk menilai kearifan lokal. “Ini yang harus kita pahami kalau ingin  mempersiapkan generasi unggul ke depan, sehingga memiliki integritas, karakter yang kuat,” kata Rai Mantra.

Generasi muda sebagai penerus pembangunan, kata Rai Mantraa, adalah generasi yang mampu menciptakan  tanggungjawab sekaligus meningkatkan taraf hidup bangsa yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, menggunakan produk budaya harus bangga, karena merupakan suatu produk  yang beridentitas. Kalau dia benilai lebih berarti menang dalam persaingan dagang, tegantung bagaimana kreativitas dalam mengembangkannya yang menjadi ekonomi kreatif. “Sekarang bagaimana kita bisa membentuk generasi muda, dalam kegiatan atau program untuk difasilitasi sehingga bisa menyerap nilai-nilai dari kebudayaan itu sendiri,’’ ujar Rai Mantra.  

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Putu Budiasa mengatakan, latar belakang digelar acara ini adalah generasi muda merupakan penerus pembangunan yang merupakan aset yang harus dijaga, dibina, dan diarahkan. Karenanya, perlu disiapkan wahana untuk mendapatkan pembelajaran karakter dan penguatan jati diri. Penyelenggaran pemilihan TTD merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kota Denpasar untuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif dengan memadukan segenap potensi yang meliputi brain, behavior, beauty, dan brave. “Kami berharap generasi muda mampu meningkatkan prestasi, serta pemahaman tentang budaya, pariwisata, dan pembangunan,’’ kata Budiasa.

Kegiatan ini, lanjut Budiasa, menjaring generasi muda berbakat yang dapat menjadi motivator pembangunan dikalangan generasi muda lainnya. Peserta TTD tahun ini diikuti 127 orang, terdiri dari 48 orang teruna dan 79 orang teruni. Mereka berasal dari kalangan SMA, perguruan tinggi, dan kalangan umum (STT). Setelah tahap seleksi, maka terpilih 10 orang teruna dan 10 orang teruni. Kegiatan ini melibatkan dewan juri dari lembaga atau instansi yang berkompeten di bidangnya, seperti psikolog, yayasan kecantikan, kepemudaan, Yayasan Dharma Acarya, dan Dinas Pariwisata Kota Denpasar. (Ngurah HUMAS Dps).