Denpasar Raih Penghargaan Dari BKN dan Kemenpan RB
Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali meraih penghargaan tingkat nasional dari Badan Kepegawain Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan ini diberikan karena Pemkot Denpasar dinilai berhasil dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara trasparan, akuntabel, adil serta bebas dari kurupsi, kolusi, dan nepotisme, serta satu-satunya di Bali menggunakan metode Computer Assited Test (CAT) dalam penerimaan CPNS. Penghargaan ini diserahkan oleh Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Dra. S. Kuspriyomurdono, M.Si dan diterima Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Denpasar (BKPP) Kota Denpasar Dewa Nyoman Sudarsana disaksikan oleh Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar Drs Made Ardika, M.SH.Rabu, (26/3) di aula Dinas Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali
Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Dra,S. Kuspriyomurdono, M.Si mengatakan, dalam merekrut CPNS menggunakan dua sistem yakni sistem CAT dan LJK. Namun untuk di Bali hanya Pemerintah Kota Denpasar yang menggunakan sistem CAT dalam seleksi CPNS, sehingga perekrutan CPNS dalam berlangsung secara transparan dan akuntable. “Oleh karena itu kami berikan penghargaan ini kepada Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.
Menurutnya, dengan menggunakan sistem CAT berarti telah melaksanakan reformasi birokrasi terutama dalam perekrutan CPNS. Bahkan dengan menggunakan CAT lebih mudah dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Karena sistem CAT dalam perekrutan CPNS akan lebih transparan dan tentunya akan mendapatkan PNS yang berkualitas dengan kinerja yang diharapkan sesuai dengan pendidikannya. Dibandingkan dengan sistem Lembaran Jawaban Kerja (LJK) yang masih sifatnya manual masih rentan dengan adanya interpensi. Tentunya akan menghasilkan pegawai yang kurang memiliki standar kerja sesuai dengan pendidikan yang diharapkan.
Sementara Kepala BKPP Kota Denpasar Dewa Nyoman Sudarsana mengatakan, tidak menyangka akan diberikan penghargaan kepada BKN karena dalam perekrutan CPNS dilakukan secara trasparan, akuntabel, adil serta bebas dari kurupsi, kolusi, dan nepotisme dengan menggunakan sistem CAT) itu. Menurutnya, menggunakan sistem CAT ini sangat bagus dalam perekrutan CPNS. Untuk itu Kota Denpasar sebelum sistem CAT di launching BKN, Pemkot Denpasar telah mengajukan diri untuk siap melaksanakan sistem CAT tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, sistem CAT bukan barang baru karena, telah banyak digunakan dalam regional setiap Provinsi. Menggunakan sitem CAT ini pihaknya lebih merasakan kegunannnya dari pada LJK. “Hal itu saya bilang karena menggunakan sistem CAT tidak ada masyarakat yang mengadu karena nilainya sudah bisa dilihat secara langsung,” katanya. Sedangkan kalau menggunkan sistem LJK potensi masalahnya lebih besar dan banyak masyarakat tidak percaya dengan hasilnya. (Ayu/humas)