Rai Mantra Ajak Masyarakat Mengendalikan Diri
Denpasar-Ratusan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama di dalam Tawur Agung Kesanga Penyepian tahun baru Saka 1936 di Lapangan Puputan Badung Gusti Gurah Made Agung. Dalam persembahyangan ini di hadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, di dampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Setda Pemerintah Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya.
Dalam kesempatan tersebut Kabag Kesra IGN Mataram mengatakan Tawur Agung Kesanga Pemerintah Kota Denpasar secara rutin melaksanakan Tawur Agung Kesanga tahun baru Saka 1936, yang dilaksanakan pada Pengerupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Sedangkan di dalam pelaksanaan Tawur Agung Kasanga ini di Puput oleh enam Sulinggih Sarwa Sadaka, diantaranya, Ida Pedanda Gunung Sari dari Grya Ubud, Ida Jero Dukuh Udhalaka Dharma Griya Marga Sunya Br Pulugambang, Peguyangan Denpasar, Ida Pedanda Grya Gde Telaga Griya Sanur Denpasar, Ida Pandita Empu Jaya Putra Pemuteran dari Grya Pemuteran Denpasar, Sri Empu Siwa Manik Candra Geni dari Griya Pande Taman Pohmanis Denpasar Timur dan Ida Rsi Bunjangga Wisnawa Kerta Buana dari Grya batur Giri Murti. “Tawur Agung Kesangan Catur Brata Penyempian sudah dilaksanakan, saya harapkan besok khususnya masyarakat Kota Denpasar bisa melaksanakan Hari Raya Nyepi Dengan ikmah aman dan lancar,” katanya saat di temui Minggu, (30/3).
Sementara, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan, proses pengerupukan dan pada saat menggarap ogoh-ogoh bisa berjalan dengan baik, tertib, aman dan kondusip. “Ritual kita sudah laksanakan sekarang mari lanjutkan dengan prilaku, pengendalian diri pada Hari Raya Penyempian,” ungkap Rai Mantra
Lebih lanjut dikatakan dalam Tawur Agung Kasanga ini merupakan rentetan Hari Raya Nyepi yang nanti akan dilaksanakan Dharma Santhi, yang artinya ada kedamaian dan ketenangan dalam masyarakat. Sehingga Rai Mantra mengharapakan kepada masyarakat khususnya Sekaa Truna Truni agar dalam ngerupuk pada saat menggarap ogoh-ogog agar menjaga keamanan dan mengendalikan diri. “Mari kita melaksanakan Penyempian sesuai dengan makna Hari Raya Nyepi dan saya mohon kepada seluruh umat baik dari kalangan STT agar pada saat pengerupukan menjaga keamana, kendalikan diri dengan baik sesuai dengan harapan Hari Raya Nyepi itu sendiri,” ujarnya Rai Mantra.
Ketua Forum Pecalang Kota Denpasar I Made Mudra mengatakan, akan mengerahkan pecalang diseluruh Kota Denpasar melalui perwakilan 35 Desa Pakraman yang ada di Kota Denpasar. Masing-masing mengeluarkan satu pleton pecalang yang berjumlah 30 orang dikali 35 Desa Pakraman. “Segitulah jumlah pelton yang akan mengamankan pada saat penggarapan ogoh-ogoh, sedangkan dalam proses Tawur Agung Kesanga cukup mengerahkan 35 orang pecalang,’ ungkapnya
Sedangkan untuk pengamanan di seluruh Desa Pakraman, pihaknya sudah koordinasi antar pecalang jauh hari menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Melalui perwakilan pecalang-pecalang di desa yang ada. Pada saat pucak pihaknya sudah memiliki perangkat komunikasi yang bisa menjangkau seluruh Kota Denpasar. Bahkan seluruh Banjar-Banjar sudah mendapat bantuan alat komunikasi untuk berkoordinasi dengan Desa Pakraman lain. “Sehingga kita bisa tahu apa yang terjadi di Desa Pakraman satu dengan yang lainnya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah mengimbau kepada Sekaa Truna Truni agar tidak mengarah kepolitik. Sehingga, ogoh-ogoh yang menyimpang dari adat dan budaya akan tidak diberangkatkan. (Ayu/humas/Denpasar)