Menu

Himbauan Pemkot Kota Tentang Etika Berbusana Adat ke Pura

  • Jumat, 20 Desember 2013
  • 2301x Dilihat

WHDI Bali Gelar Seminar Sehari

 

Denpasar - Sekarang ini globalisasi bukan merupakan hal yang harus dibicarakan. Tekanan dari globalisasi yang menjadi tantangan terbesar saat ini harus dicarikan solusi. Tekanan globalisasi dewasa ini membawa dampak terjadinya pergeseran etika dalam  berbusana adat ke Pura oleh generasi muda Hindu di Bali. Hal ini di sampaikan oleh Bapak Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar Drs. Wayan Gunawan yang sekaligus membuka seminar sehari "Etika Berbusana Adat ke Pura yang Baik dan Benar, Cermin Generasi Muda Hindu yang Santun" yang dilaksanakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Prov. Bali, Jumat (20/12) di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar.

 

Seminar sehari ini yang di ikuti oleh 200 peserta, berasal dari guru pengajar se-Kota Denpasar dan WHDI Kabupaten/Kota se-Bali juga hadir Ketua WHDI Prov. Bali Ibu Bintang Puspayoga sebagai Keynot Speaker dan AA Ayu Ketut Agung dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai nara sumber dalam seminar ini.

Ketua panitia Desak Nyoman Widiasih dalam laporanya mengatakan, acara seminar dengan tema "Etika Berbusana Adat ke Pura yang Baik dan Benar, Cermin Generasi Muda Hindu yang Santun" ini diselengarakan dalam rangka menyambut hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2013 yang dikaitkan dalam rangka HUT WHDI prov. Bali tanggal 12 Februari 2014 mendatang, ujarnya. Seminar sehari ini diadakan seiring dengan adanya himbauan Pemerintah Kota Denpasar dalam menggunakan pakaian adat ke Pura pada saat Purnama dan Tilem bagi para pegawai pemerintahan/swasta, guru serta para pelajar. Widiasih juga menambahkan, tujuan dari seminar ini adalah untuk meluruskan kembali paradigma dikalangan generasi muda bahwa tata cara berpakaian dalam busana adat ke Pura perlu diberi pemahaman baik dari segi etika dan filosofi yang terkandung didalamnya. Sehingga kedepannya generasi muda sebagai penerus tradisi Seni Budaya bisa tetap melestarikan nilai budaya dengan tetap memegang teguh kaidah-kaidah dan etika berbusana tertutama pada remaja yang biasanya sangat cepat terpengaruh budaya asing serta maraknya perkembangan mode pakaian yang terkadang tidak sesuai dengan etika budaya kita. (ays/hms.dps)