Menu

Intip Peluang Pasar, 6 UMKM Denpasar Ikuti Inacraft Dorong Pameran secara Swadaya

  • Selasa, 19 April 2016
  • 977x Dilihat

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar sepertinya tidak pernah berhenti memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. Dalam waktu dekat ini 6 UMKM Denpasar akan mengikuti pameran Inacraft di Jakarta mulai tanggal 20-24 April 2016.

"Saya harapkan UMKM yang mengikuti pameran agar mengintip peluang pasar yang ada. Mengingat dalam pameran tersebut terdapat berbagai produk dari semua daerah di Indonesia," ujar Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, saat menerima 6 UMKM peserta pameran inacraf di Gedung Wanitha Santhi Graha beberapa waktu lalu. Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan berbagai produk kerajinan UMKM Kota Denpasar sekarang ini harus mampu bersaing dengan produk UMKM daerah lainnya. Disamping itu produk UMKM Kota Denpasar harus memiliki ciri khas yang unik sehingga mampu menjadi daya tarik dari pembeli. Terlebih lagi produk yang dipamerkan UMKM Kota Denpasar merupakan produk endek yang telah mulai dikenal diberbagai kalangan. Kain Endek kini masih booming dan disukai berbagai kalangan. Tenun Endek merupakan salah satu produk bernilai kearifan lokal. Sebagai Ibu Kota Propinsi Bali dan merupakan pusat Pemerintahan, Ekonomi dan Pendidikan, Denpasar memiliki peluang besar dalam mengangkat industri kreatif khsusnya tenun endek sebagai produk lokal unggulan di Kota Denpasar. Untuk membantu industri endek di Kota Denpasar berbagai upaya promosi telah dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar salah satunya dengan membentuk Duta Endek. "Ini tidak terlepas juga dari kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang begitu getol mempromosikan endek sebagai produk warisan budaya yang bernilai tinggi," kata istri Walikota Denpasar ini. Ditambahkan, endek yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal, kini telah menjadi salah satu ikon Kota Denpasar. "Dengan sentuhan inovasi dan kreativitas, materi lokal ini dapat diolah dan dapat bersaing  di tingkat nasional, apalagi dengan perkembangan teknologi seperti internet sangat membantu memperkenalkan kain-kain lokal ke tingkat nasional dan global," pungkas Selly Mantra.

Sementara Sekretaris Dekranasda Kota Denpasar Made Saryawan menambahkan enam UMKM kota Denpasar yang mengikuti pameran diantaranya Aiswara Endek Bali, Basudewa, MOV Shoes. Sedangkan UMKM yang ditunjuk dari Dinas Koperasi dan UMKM adalah Anyar Kebaya, Etnik Bali Collection dan ARD Collection. Untuk biaya akomudasi transfortasi ditanggun oleh peserta pameran. "Pemerintah Kota Denpasar hanya membantu biaya pengiriman barang-barang dan biaya stand sedangkan untuk biaya transportasi dan akomudasi ditanggung secara swadaya," ujar Made Saryawan. (Gst_Humas)