Menu

Jadikan Hakikat Agama Sandaran Dalam Melakukan Pengabdian

  • Kamis, 12 Desember 2013
  • 1162x Dilihat

Denpasar, Jadikan hakikat Agama sebagai sandaran dalam melakukan pengabdian sebagai apartur negara”. Demikian dikatakan Sekda Kota Denpasar A.A. Ngr. Rai Iswara dalam pengarahannya dihadapan para Bendesa, Kades/Lurah, Puskesmascam serta para pejabat dan staf dilingkungan Kantor Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (12/12).

Kegiatan pengarahan Sekda di Kecamatan Denpasar Utara dilakukan bertepatan dengan kegiatan Rapat Koordinas antar pejabat di Kecamatan Denut dibuka Plt. Camat Denut Nyoman Lodra. Dalam pengarahannya Sekda Rai Iswara lebih jauh mengatakan, menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini, seorang aparatur negara selalu dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Untuk itu perlu ada upaya reformasi dalam segala bidang pelayanan. Reformasi pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan, ketatalaksanaan dan SDM aparatur,” tegasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut Sekda rai Iswara memberikan dua pilar ajaran Agama yang bisa dijadikan sandaran dalam mewujudkan SDM berkualitas. Diantaranya dengan menerapkan ajaran Catur Marga dan Catur Warna, ungkapnya. Dalam ajaran Catur Marga sepeti; Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Yoga Marga. Semua hakikat ajaran Agama tersebut telah menjabarkan secara detail bagaimana seorang manusia dalam menjalankan kehidupannya. Seperti tak boleh lupa dengan penciptanya yang dengan tulus harus dijalankan, selalu meningkatkan kualitas diri, bekerja sesuai dengan mandat yang diemban serta selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya. Sama halnya dengan ajaran Catur Warna diantaranya Brahmana yang artinya setiap langkah manusia harus memiliki tujuan jika dikaitkan dengan pekerjaan di kantor setiap aparatur harus tahu “Tupoksi” (Tugas Pokok dan Fungsi). Kemudian Ksatrya artinya manusia harus berani, Wesya kekuatan dan pengetahuan harus seimbang dan Sudra berarti rakyat dimana setiap aparatur harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik dengan bersandar pada aturan yang ada. Jika kedua hakikat Agama ini mampu didalami dan dijabarkan dengan baik, mewujudkan SDM yang berkualitas dan pelayanan prima adalah hal yang mudah, terang Rai Iswara. Dalam hal mutu pelayanan, Rai Iswara juga menekankan kepada setiap aparatur agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal dengan menyentuh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Oleh karenanya standar mutu pelayanan harus diketahui dan mampu dijabarkan oleh setiap aparatur seperti pola 3S, 3K dan 1E. Diakhir pengarahannya Rai Iswara juga menyampaikan 5 hal pokok yang menjadi permasalahan perkotaan seperti; kebersihan, kesehatan, kependudukan, keamanan dan kepadatan lalulintas. Dan atas perintah Walikota, semua permasalahan ini harus mampu ditindaklanjuti dengan cepat, tepat, terukur dan terencana oleh seluruh steak holder, imbuhnya. (Sdn.Hms.Dps)