Menu

Jelang Puasa Pemkot Gelar Sidak Sembako Dan Daging

  • Senin, 23 Juni 2014
  • 723x Dilihat

Denpasar, Mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar menjelang bulan puasa, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan swalayan yang ada di Kota Denpasar, Senin (23/6). Tim yang dipimpin Kabid Kerjasama dan Perlindungan pada Disperindag Kota Denpasar, Jarot Agung Iswahyudi, melibatkan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, BP POM Denpasar, Dinas Peternakan dan Kelautan Kota Denpasar,  serta Intansi terkait lainnya.

Ditemui di sela-sela sidak, Jarot mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kelonjakan harga yang terlalu tinggi dan kecurangan timbangan yang sering dilakukan sejumlah oknum pedagang.  Selain itu juga bertujuan untuk melindungi konsumen dengan melakukan pengawasan dan pembinaan pada pedagang terutama untuk pedagang yang menggunakan alat-alat Ukuran Takaran Timbangan serta Perlengkapannya (UTTP), agar tidak berlaku curang. “Sekarang karena menjelang bulan puasa, pengawasan diintensifkan lagi, sejauh ini dari pantauan di lapangan harga-harga masih stabil dan stok barang atau sembako masih aman, seperti harga sembako, daging dan buah, pasti ada kenaikan  menjelang hari raya, namun masih normal”, jelasnya. Bagaimana dengan kecurangan pedagang yang kerap mengakali timbangan? Menanggapi pertanyaan tersebut, Jarot menyatakan, dari pasar yang didatangi yakni Pasar Kreneng dan Pasar Badung tidak ditemukan kecurangan pada pedagang.  “Kecurangan tidak ada, dan hasil dari sidak ini tidak ditemukan adanya barang-barang yang kadaluarsa ataupun daging gelondongan”, kata Jarot. Selebihnya Jarot mengatakan, Sidak ini rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk melindungi konsumen dari tindakan kecurangan, selain itu barang yang dijual harus memenuhi kriteria baik keamanan, kenyamanan dan yang terpenting  harus layak dikonsumsi.

Salah seorang penjual daging di Pasar Badung, Ayuk mengatakan, para pembeli daging dipasar saat ini mengalami penurunan, itu disebabkan oleh banyaknya para pelangganya yang mudik sehingga pasaran daging menjadi lesu. Disamping itu ia mengaku untuk harga daging tidak ada mengalami kenaikan yang tinggi, masih normal semua. (Ngurah HUMAS Dps).