Walikota dan Wakil Sembahyang Bersama
Denpasar, Pura Agung Jagatnatha yang telah direnovasi beberapa bangunan suci seperti Padmasana, bale gong, bale pesamuan, perpustakaan, dapur suci, tembok penyengker, penangkal petir, dan penataan halaman pura pada 8 Juni sampai dengan 15 Oktober tahun lalu. Pasca renovasi ini telah dilakukan penyucian kembali dengan menggelar upcara pemelaspasan dan bertepatan dengan Purnama Sasih Kanem, Minggu (17/11) kembali digelar upacara pedudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha yang di Puput Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga, Griya Telaga Sanur. Sejak pagi areal Pura Agung Jagatnatha telah dipadati warga yang melaksanakan persembahyangan, tak terkecuali Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara, serta Pimpinan SKPD Pemkot Denpasar melakukan persembahyangan bersama.
Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Gst Bagus Mataram ditemui disela-sela upacara mengatakan tahun lalu telah dilaksakan upacara Pemelaspasan yang diawali dengan Mepurwa Daksina oleh para Pemangku dengan mengitari Pura Agung Jagatnatha sebanyak tiga kali. Kemudian dilanjutkan dengan Mendem Pedagingan di dasar Padmasana oleh Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ida Ida Pedanda Gede Telaga dari Geriya Telaga Sanur, Wakil Walikota IGN Jayanegara, Sekkot AAN Rai Iswaraserta para Tokoh Puri se-Kota Denpasar dan para Pemangku Pura Agung Jagatnatha diikuti selanjutnya Mendem Pedagingan di pelinggih Pelik Sari, Pelinggih Betara Gunung Agung, Pelinggih Ulun Danu, Pelinggih Sapta Petala, Pelinggih Indra Melaka, Kori Agung, Bale Parum, Bale Gong, Bale Perpustakaan, dan Pewaregan. Selanjutnya digelar upacara Negtegang Beras, dan mejaya-jaya. Upacara ini meruapakan rangkaian dari upacara Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih Pedudusan Agung yang digelar, pada Purnama Kelima tahun lalu. upacara Netegang Beras ini di puput oleh dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Putra Keniten Telabah dari Griya Telabah Denpasar dan Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Griya Tegal Denpasar. Dikatakan Padmasana pada pura ini terbuat dari batu karang putih, pada bagian menara terdapat ukiran wajah dan tangan Bhoma (anak bumi) yang dipercaya dapat mengusir roh jahat agar tidak mengganggu pura. Saat akan memasuki area dalam pura terdapat jembatan dengan ukiran bunga teratai dan katak. Pura Agung Jagatnatha merupakan Pura Kahyangan bagi para kaum pendatang dalam artian dapat nunas tirta bagi segala keperluan upacara Panca Yadnya. Saat ini Pura Jagatnatha buka 24 jam, diperuntukan bagi umat hindu yang melakukan persembahyangan. Lebih lanjut dikatakan bertepatan dengan Purnama Kanem kembali digelar upacara Pedudusan Alit yang merupakan puncak Ngatep Karya Pedudusan Agung, Memungkah dan Mendem Pedagingan.Rangkaian Upacara Pedudusan Alit ini berkhir pada Rabu, (20/11), yang sebelumnya akan dilaksankan pula upacara ngaturan Penganyar di Pura setempat. (Pur/Humasdps)