Menu

Kecamatan Denbar Sabet Juara Pertama Lomba SPBD

  • Senin, 25 November 2013
  • 1148x Dilihat

Denpasar, Kecamatan Denpasar Barat akhirnya berhasil menyisihkan rival-rivalnya dengan keluar sebagai Juara Pertama lomba “Simulasi Pelestarian Budaya Daerah” (SPBD) Desa Pakraman Se-Kota Denpasar 2013. Lomba ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan peran dan fungsi lembaga adat dalam  menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Melalui konsep menyama braya demi terwujudnya persatuan dan kesatuan antar Desa Pakramanan di Kota Denpasar. Lomba yang berlangsung sehari dibuka Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra ditandai dengan penyerahan “piranti lomba” berupa nomor dan macam pertanyaan kepada masing-masing peserta. Hadir pula Kadis Kebudayaan Md. Mudra, Jro Bendesa Se-Kota Denpasar, SKPD`terkait, Camat Se-Kota Denpasar dan Tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan Desa Pakraman Sanur, Senin (25/11) di Wantilan Pura Dalem Kedewatan Desa Pakraman Sanur Densel.

Ketua Panitia Wayan Meganada dalam laporannya mengatakan, lomba simulasi yang untuk kesekian kalinya digelar melibatkan semua kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan ini adalah dalam rangka pembinaan kepada Desa Pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam   menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Disamping untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas terutama para prajuru desa maupun kramanya. Sehingga tercipta pakilitan penyama brayaan yang harmonis baik antar para prajuru Desa maupun antar prajuru dengan kramanya atau masyarakatnya. Dalam lomba kali ini, dari empat orang dewan juri terdiri dari IB Putra, Prof. Budiana, Ir. Nym. Astawa dan Tresna Yasa. Mewajibkan peserta untuk melakukan simulasi tanya-jawab selama 30 menit. Masing-masing dengan tiga buah pertanyaan yang terkait dengan unsur pawongan, palemahan dan parahyangan atau Tri Hita Karana. Beberapa pertanyaan diantaranya masalah perkawinan beda soroh, kewajiban gotong-royong, generasi Hindu dalam menghadapi modernisasi dan lain-lain. Peserta juga dibebaskan untuk berekspresi tatkala ada yang mendapatkan hukuman seperti; nyanyi, joged atau menari. Yang menarik dari simulasi ini adalah sikap cerdas dan bijaksana Narawakya atau yang berperan sebagai narasumber dalam memberikan pemahaman sekaligus meluruskan beberapa pendapat yang keliru hingga menjadi benar. Dengan bersandar kepada sumber-sumber sastra agama maupun aturan dan peraturan yang berlaku. Sehingga tak ada lagi kesan ngotot atau kukuh dengan pendapat sendiri yang tanpa dasar. Berdasarkan penilaian dewan juri akhirnya diputuskan Kecamatan Denbar keluar sebagai juara I disusul Kecamatan Densel juara II, Dentim III dan Denut juara IV. (Sdn.HMs.Dps.).