Walikota Rai Mantra : Atasi Berbagai Permasalahan, Kelola Kependudukan Dengan Baik
Kegiatan penilaian lomba desa/kelurahan se-Kota Denpasar kembali dilakukan Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pem Des) pada Kamis, (3/4) yang melibatkan tim penilai SKPD Pemkot Denpasar. Kali ini Tim melakukan penilaian di desa/kelurahan Kecamatan Denpasar barat, yakni Kelurahan Dauh Puri dan Desa Tegal Harum yang dihadiri langsung Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra mengatakan Denpasar sebagai Kota Besar dengan ujung tombak kepemerintahan berada di tingkat desa/kelurahan, sehingga pengelolaan kependudukan menjadi peran penting dalam mengatasi berbagai permasalahan. yakni masalah kemiskinan, rumah kumuh, kebersihan lingkungan, serta keamanan dan ketertiban. Untuk itu dalam pengelolaan kependudukan dibutuhkan pengendalian dan pemikiran bersama untuk mengelola kependudukan dimasing-masing desa/kelurahan. Seperti Desa Tegal Harum sebagai kawasan perumahan dengan jumlah penduduk 10.751 jiwa dengan tingkat kemiskinan 2 KK, merupakan tingkat kemiskinan paling rendah di Kota Denpasar. Disamping itu menurut Rai Mantra yang juga harus menjadi perhatian tingkat pendidikan masyarakat dengan program wajib belajar 12 tahun di masing-masing desa/kelurahan. “Tingkat pendidikan kesehatan dan pelayanan JKBM Plus, beasiswa miskin, masalah ekonomi, dengan indeks pembangunan manusia di Kota Denpasar mencapai 78,81 persen sebagai indikator baik, sehingga kedepan kita harus fokuskan pada pembangunan infrasturktur dan kebersihan lingkungan,” ujar Rai Mantra. Disamping itu juga diharapkan ibu-ibu PKK dapat ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan pemilahan sampah rumah tangga, dan pengelolaan sampah dilingkungan masing-masing.
Sementara Lurah Dauh Puri, I Gst. A. Made Suryani mengatakan Kelurahan Dauh Puri terdiri dari 8 lingkungan serta 3 banjar adat dengan jumlah penduduk pada tahun 2013 mencapai 10.721 jiwa, sehingga membawa dampak pada masalah kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban. Hal ini telah melibatkan seluruh partisipasi masyarakat mulai dari PKK, dan pecalang untuk secara bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, keamanan dan ketertiban wilayah kelurahan.
Kepala Desa Tegal Harum, Wayan Sunarta mengatakan Desa Tegal Harum terdiri dari 5 Banjar dengan jumlah penduduk 10.752 orang. Sebagai desa dengan penduduk yang heterogen dari berbagai etnis membawa dampak pada kebersihan dan keamanan. Sehingga partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan dalam membangun Desa Tegal Harum. (Pur/humasdps)