Menu

Lukisan Mewah Terbuat Dari Sampah

  • Rabu, 26 Maret 2014
  • 4421x Dilihat

Denpasar- Warna-warni lukisan anak memenuhi bangunan Sanggar Jepun Putih di Jalan Turi, Denpasar. Di sanggar inilah tempat anak-anak menuangkan kreasinya membuat sebuah lukisan sesuai dengan imajinasi. Lukisan yang ada di tempat ini terlihat timbul seperti lukisan tiga dimensi.

Banyak yang tidak menyangka, lukisan indah itu terbuat dari tumpukan sampah kertas yang sebelumnya tidak memiliki nilai seni. “Lukisan ini dibuat dari daur ulang sampah kertas, dibuat oleh anak-anak sanggar,” ucap pemilik Sanggar Jepun Putih, I Wayan Adnyana saat memperlihatkan karya anak didiknya.
Sanggar sekaligus rumah kediaman Wayan Adnyana ini setiap hari ramai dengan kehadiran anak-anak yang berlatih melukis. Di tempat ini mereka tidak memerlukan kuas untuk membuat sebuah lukisan. Tangan kecilnya sudah menjadi kuas yang menempelkan kertas bekas di atas kanvas. “Inilah salah satu cara membuat lukisan. Dengan menempel kertas bekas yang sudah dicampur lem dan pewarna,” ucap Wayan Adnyana.
 
Cara melukis tersebut ia temukan tanpa sengaja saat melihat tumpukan kertas di Bank Sampah sekitar rumahnya. “Ada imbauan dari Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra untuk merubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. Dari itu saya berpikir mencari ide daur ulang sampah. Menghabiskan waktu cukup lama hingga akhirnya saya mencoba untuk membuat lukisan dengan menggunakan sampah,” ucap seniman lukis ini.
 
Wayan Adnyana menuturkan, lukisan dari sampah kertas ini sudah mulai digeluti sejak pertengahan tahun 2013. Ia pun sangat senang setelah melihat respon anak-anak sanggar yang ternyata sangat menyukai melukis menggunakan sampah kertas, dibandingkan menggunakan kuas.
Keberhasilan Wayan Adnyana mendaur ulang sampah tersebut, membuat ide cetusannya dipamerkan di dalam dan luar negeri. “Hasil karya anak-anak sudah dipamerkan hingga ke Australia. Selain itu, juga ditampilkan pada Pameran Lukisan Jepang-Bali tingkat nasional di Art center,” ceritanya.
 
Atas keberhasilanya itulah Wayan Adnyana menghadiahkan hasil karyanya kepada Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra pada perayaan HUT Kota Denpasar ke-226 sebagai wujud rasa hormat dan terima kasihnya. “Semoga dengan lukisan dari sampah kertas ini, dapat mendukung program Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra membuat Kota Denpasar bebas dari sampah,” harapnya.
 
Ia pun mempersilahkan kepada siapa pun yang ingin belajar membuat lukisan dari sampah tersebut. “Cara membuat lukisan ini sangat mudah. Sampah kertas dipotong kecil-kecil dan diremas dengan air hingga menjadi bubur. Setelah itu dicampur lem Fox yang ditambah warna sesuai keinginan, langsung bisa digunakan di kanvas,” beber Wayan Adnyana.
 
Selain menjadi karya seni, lukisan dari sampah kertas ini juga dapat menanamkan nilai poisitif kepada anak didiknya di sanggar. “Mereka sekarang suka memungut sampah kertas jika melihatnya di jalan. Tidak lagi melihat kertas bekas sebagai sampah, tapi sebagai bahan karya seni,” pungkasnya. (ayu/humas)