Denpasar-Untuk memahami dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM) dalam era globalisasi ini, Kesbangpol Kota Denpasar menggelar Bimbingan Teknis Pemahaman Tentang HAM di Hotel Puri Nusa Indah Selasa, (6/5). Acara ini dibuka secara oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar I Komang Sugiarta mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.
Menurut Sugiarta, kegiatan ini sangat strategis dilaksanakan, karena kriminalitas yang terjadi semakin meningkat seperti, pelanggaran kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak termasuk pelecehan seksual. “Semua itu adalah menyangkut permasalahan HAM, sehingga warga masyarakat perlu memahaminya,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, era reformasi dan demokratisasi sekarang ini telah dirasakan, karena rasa solidaritas dan kebersamaan anggota masyarakat. Apabila kondisi ini dibarengi dengan munculnya multi krisis yang berkepanjangan, Sugiarta mengatakan akan berdampak pada beratnya beban kehidupan masyarakat. Tapi munculnya berbagai komplik sosial saat ini menandakan telah mulai lunturnya rasa solidaritas dan kebersamaan dalam mengatasi permasalahan.
Untuk mengantisifasi masalah itu adalah melalui Kadus/Kaling se-Kota Denpasar. “Sebagai potensi bangsa perlu diarahkan dan dibina dalam memahami HAM. Agar bersifat waspada terhadap Ancaman tindak kriminalitas terhadap kaum perempuan, ibu dan anak di Kota Denpasar,” ujarnya.
Melalui Bimtek ini, Sugiarta mengharapkan agar peserta bimtek dapat menyebar luaskan aturan-aturan tentang HAM kepada masyarakat yang ada di lingkungannya. Dengan demikian warga masyarakat Kota Denpasar dapat memahami permasalahan-permasalahan HAM.
Ketua Panitia I Gede Supama mengatakan, bimtek ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang hak dan kewajiban apabila terjadi tindakan kriminalitas ditinjau dari segi HAM. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dapat memahami dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya HAM dalam era globalisasi. “Dengan bintek ini masyarakat dapat waspada dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta mengetahui suatu permasalahan,” katanya.
Peserta dalam bimtek ini diikuti secara bertahap oleh 50 orang peserta dari unsur Kepala Dusun/Kepala Lingkungan Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar. Untuk jumlah keseluruhannya sejumlah 398 Kepala Dusun/Kepala Lingkungan. (Ayu/humas)