Menu

Memperingati Hari Nusantara ke XIV

  • Jumat, 13 Desember 2013
  • 952x Dilihat

Dengan Bersih-Bersih dan Menanam Pohon Mangrove

Memperingati hari Nusantara yang ke-XIV, Forum Kelompok Usaha Bersama  (KUB) Nelayan Perikanan Tangkap Krama Bendega Bintang Laut Kota Denpasar bekerjasama dengan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, menggelar bersih-bersih dan penanaman pohon mangrove di Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Jumat (13/12) . Dalam kegiatan ini mengambil tema, “Setinggi Langit Sedalam Samudera, Potensi Pariwisata dan Kreatifitas Nusantara Yang Tak Terhingga”.

Dalam kegiatan ini Walikota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra secara simbolis menyerahkan mesin motor tempel dan life jacket (baju pengaman) kepada perwakilan nelayan.

Kepala Desa Sanur Kauh yang  sekaligus Ketua Forum KUB Perikanan Tangkap Krama Bendega Bintang Laut Kota Denpasar, I Made Ada mengatakan, selain memperingati Hari Nusantara ke-XIV juga bertujuan untuk menanamkan keakraban dan bersosialisasi antar forum, kelompok perikanan. Seperti, Pokdakan, Pokmaswas, KUB Nelayan, Pokdarwis dan masyarakat umum lainnya. “Masyarakat juga bisa mengetahui potensi perikanan dan kelautan, seperti bakau, panjang pantai, padang lamun dan terumbu karang,” ungkapnya saat di sela-sela acara.

Melalui kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove ini, Made Ada berharap dapat menciptakan kebersihan pantai dan pelestarian habitat ikan. Sehingga dapat sebagai daya tarik pariwisata bahari. “Potensi perikanan dan kelautan dapat kami manfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar AA Gede Bayu Brahmasta mengatakan, kegiatan ini dapat menjaga kebersihan di pesisir pantai. “Potensi yang ada harus dijaga dengan baik, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat, seperti bakau sebagai tempat habitat ikan,” ungkapnya.

Hutan bakau harus dijaga kebersihan terutama dari sampah plastik karena, dapat mematikan hutan bakau. Jika hutan bakau bersih,  habitat ikan menjadi banyak dan nelayan bisa menjadikan tepat ini sebagai objek wisata.

Bayu menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya menanam pohon mangrove sebanyak 200 pohon. Serta memberikan mesin motor tempel kepada para nelayan, dengan mesin ini para nelayan dapat menjangkau daerah yang jauh. “Saya berharap masyarakat pesisir dapat merancang sendiri acara ini dan secara rutin dapat dilaksanakan,” paparnya. Ayu/humas