Berdasarkan Pawisik Ratu Anom, Pura Taman Mumbul Sunia Loka.
Denpasar-Bertepatan dengan Rerainan Kajeng Kliwon Ratu Anom, Ratu Gede dan Ratu Ayu yang berstana di Pura Dhang Kahyangan Taman Mumbul Sunia Loka Desa Pemecutan Kaja, menggelar upacara ngelawang di Catus Pata atau Perempatan Agung Catur Muka, Senin (30/6). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam dan menetralisir berbagai aura negatif dan virus penyakit yang berkembang belakangan ini.
Pangemong Pura Dhang Kahyangan Taman Mumbul Sunia Loka, Ir I Gusti Ketut Nila mengatakan, selain menyeimbangkan alam, upacara ngelawang ini dilakukan berdasarkan pawisik Ida Ratu Gede Anom yang berstana di Pura Dhang Kahyangan Taman Mumbul Sunia Loka, Linggih Ida Betara Dangyhang Dwijendra yang Piodalannya bertepatan dengan Purnamaning Kelima. Seperti yang telah terjadi, dewasa ini banyak umat dan masyarakat setempat yang terkena berbagai penyakit aneh dan virus berbahaya, namun secara medis dinyatakan penyakit Demam Berdarah. “Kalau dikatakan Demam berdarah namun trambositnya masih 150 dan dikatakan masih normal. Dari Pawisik itulah dilaksanakan upacara ngelawang di Catus Pata, agar terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, virus yang menyerang pada diri manusia dengan ciri-ciri badan yang meriang, dibawah perut terasa kaku, dan diare. “Untuk menetralisir berbagai aura negatif tersebut, dan dari pawesik tersebut diberikan petunjuk agar melaksanakan upacara ngelawang di pusat Kota Denpasar” ujar.
Penanggung Jawab upacara Ngelawang, Nyoman Ardika mengatakan, ngelawang secara prinsip bertujuan untuk nyomia atau mengilangkan hal yang bersifat negatif. Seperti virus yang didatangkan oleh niat orang atau faktor lainnya, karena itu pihaknya melaksanakan upacara ngelawang. Selain itu upacara ngelawang juga mendukung program Pemerintah Kota Denpasar yakni mewujudkan kota yang berwawasan berbudaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.
Tidak hanya itu ngelawang juga memberikan ruang apresiasi kepada anak muda, karena pihaknya juga memiliki Sekaa Barong Cenik Lantang dan sesuunan barong yang baru dipasupati pada Tumpek Landep lalu. Selain hari Raya Galungan dan Kuningan, Upacara ngelawang ini baru pertama kali dilaksanakan pada rerainan Kajeng Kliwon.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan terus melanjutkan kegiatan uacara ngelawang pada hari-hari tertentu karena kegiatan ini memang program ngayah serta untuk memohon kerahayuan jagat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Upacara ngelawang itu akan dilaksanakan minimal sebulan sekali dengan berkeliling desa dan menuju catus pata. Sedangkan untuk ngelawang saat ini dilaksanakan di beberapak titik, berawal dari Pura Dhang Kahyangan Taman Mumbul Sunia Loka menuju Perempatan Gajah Mada, Perempatan Jalan Sulawesi dan Perempatan Catur Muka. (ayu/hms)