PANITIA “ GAJAH MADA TOWN FESTIVAL†TERUS ADAKAN SOSIALISASI Ratusan Pedagang Siap Dukung
Denpasar, Ratusan pedagang yang berada diseputar kawasan Jl. Gajah Mada seperti Sulawesi, Sumatra, Kartini, siap mendukung pelaksanaan “Gajah Mada Town Festival†yang akan berlangsung dari tanggal 28 Desember hingga 30 Desember 2008. Demikian antara lain terungkap saat berlangsung acara sosialisasi dengan ratusan pedagang di kawasan tersebut. Sabtu (6/12) kemarin di ruang Praja Utama
Kantor Walikota Denpasar. Hadir dalam acara tersebut Kadis Perhubungan, Dinas Pariwisata, Bappeda, Kabag Pemerintahan, Humas, Pd. Parkir, DKP dan Bendesa Desa Pekraman Denpasar. Para pedagang yang berada disekitar kawasan Gajah Mada amat mendukung diadakannya festival ini. Sebab menurut mereka kawasan Gajah Mada yang dulu dikenal dengan “Pasar Senggol†merupakan pusat perdagangan disamping sebagai pusat sejarah amat sangat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat Kota Denpasar, mengingat kawasan ini dulunya mampu mempertahankan geliat perekonomian masyarakatnya. Namun sejalan dengan perkembangan jaman kawasan ini mulai ditinggalkan para peminatnya akibat banyaknya muncul tempat-tempat belanja baru yang lebih representatif seperti
swalayan-swalayan dengan fasilitas yang sangat memadai dan modern. Pak Oka pemilik Toko Korsika
dan beberapa pedagang lainnya, mengatakan ivent ini sangat penting artinya untuk mengangkat citra kawasan ini agar kembali seperti dulu. “ Ada manfaat
ganda yang kita rasakan yaitu masyarakat bisa belanja dengan semua kebutuhannya sambil bernostalgia â€, ujarnya. Selain itu terkait dengan festival, mereka juga mempertanyakan terhadap tiga hal penting seperti bagaimana masalah parkir,
kebersihan dan keamanan. Dan merekapun juga berharap agar ivent ini terus disosialisasikan baik melalui media cetak, elektronik dan media lainnya agar masyarakat luas tahu tentang kegiatan ini apalagi dibeberapa ruas jalan akan mengalami penutupan.
Menjawab pertanyaan tersebut Laksmi Saraswati, SS selaku koordinator mengatakan, hal tersebut sudah dibahas sejak awal persiapan. Namun yang lebih penting tambah Laksmi, adalah dukungan dan
partisipasi dari seluruh komponen masyarakat untuk turut serta mensukseskan kegiatan ini termasuk memaklumi terhadap situasi kemacetan yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Disamping itu lanjut Laksmi didalam mencapai suatu tujuan tentu diperlukan pengorbanan. Seperti upaya mengangkat citra kawasan Gajah Mada ini tanpa pernah mencoba, kawasan ini akan berkembang dari itu ke itu saja,
ujarnya. Seperti mengutif penjelasan dari bapak Walikota bahwa ivent ini jangan dilihat jangka pendeknya namun harus dilihat dari perspektif jangka panjang. Jadi apa yang kita lakukan sekarang harus bisa menguntungkan semua pihak. Menyangkut tentang acara menurut Ir. Putu Suwitra selaku Ivent Organizer (IO) mengatakan, ada empat katagori
acara yaitu acara yang bertujuan untuk menarik perhatian publik seperti karnapal, parade endek , dokar dan lain-lain, kemudian yang mengandung multi etnik seperti barong sai, wushu dan lain-lain, tentang gambaran situasi senja di Gajah Mada seperti kuliner, gema sastra, musik etnik, fotografer dan
lain-lain dan terakhir adalah exhibition yaitu fragmen tari kolosal yang mengambil judul “Jaya Pangusâ€. "Acara ini kita kemas sedemikian rupa agar menarik untuk ditonton “, ujar Suwitra. (Sdn.Hms.Dps.).