Menu

Parade Gong Kebyar Wanita PKB XXXVI

  • Rabu, 25 Juni 2014
  • 1584x Dilihat

Kartini Denpasar “Taburkan” Suka Cita

Sekaa Gong Remaja Wanita Wahana Gurnita Duta Kota Denpasar pada ajang parade Gong Kebyar Wanita PKB XXXVI tahun ini, Selasa (24/6) dipanggung terbuka Ardha Candra “taburkan” suka cita dalam tabuh kreasi “Purna Jiwa”. Berbalutkan kain warna ungu dipadukan dengan selendang warna keemasan Duta Kota Denpasar berhadapan dengan Sekaa Gong Wanita Semara Ratih Duta Kabupaten Karangasem. Penampilan perdana para Kartini dari dua Kabupten/Kota ini diawali Sekaa Gong Wanita Semara Ratih dengan tabuh lelambatan. Menduduki panggung selatan Ardha Candra Kartini Denpasar mengawali penampilan dengan Tabuh Telu Lelambatan “Ulun carik” karya I Wayan Sukadana yang menggambarkan masyarakat agraris menjunjung nilai ritual dan religius didalam melakoni kehidupan keseharian. Kedua duta ini menampilkan empat buah garapan yang terdiri dari Tari Tenun, tari kreasi, Tabuh Lelambatan dan satu tabuh kreasi baru. Diperkuat dengan 35 orang penabuh remaja wanita Sekaa Gong Wahana Gurnita Denpasar dengan penampilan ketiga sebuah tabuh kreasi “Purna Jiwa” karya I Nyoman Purna, yang mendapat suport langsung dari Wakil Walikota I GN jaya Negara, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua TP PKK, Ny. Antari Jaya Negara. Kreasi suara suling dari delapan orang penabuh wanita mengawali tabuh kreasi ini yang bersahutan tak pernah putus, dipadukan dengan gebyar melodi, kendang dan gong berbaur bersama suara tepuk tangan penonton. Sesekali tampak penabuh berdiri dibarengi dengan liukan tangan menari yang menggambarkan perasaan senang, bagai ranah bertabur suka dan cita. Tabuh kreasi ini diinspirasi dari senda gurau para remaja dalam suka dan cita kebersamaan lewat gending kreasi kekebyaran dengan nuansa melankolis sebagai bentuk ekspresi keceriaan. Penggarap mencoba menuangkan berbagai karakter dalam melodi dan ritme gambelan Gong Kebyar.

Penampilan Sekaa Gong Remaja Wanita Denpasar diakhiri dengan tari kreasi “Arca “N” Ditta karya I Gede Sudiarcana bersama Kadek Andita yang menggambarkan suasana pedesaan, yang damai, tentram dan nyaman. Suka cita para Daha Truna menciptakan warna tersendiri dalam kehidupannya. Arcandita sebuah makna rencana dan proses penciptaan sebuah karya tari kreasi pergaulan kaum remaja dalam meraih cita. (pur/humasdps)