Revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar tidak saja merubah fisik pasar serta diharapkan mampu merubah maindset pengelola pasar dan pedagang. Perilaku hidup bersih di dalam pasar menjadi modal penting dalam memajukan sebuah pasar tradisional ditengah serbuan pasar modrn saat ini. Sekolah pasar menjadi salah satu program kedepan Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional yang bermuara pada peningkatan ekonomi kerakyatan. “Kami masih melakukan penggodokan terkait sekolah pasar bersama akademisi Universitas Udayana yang nantinya dapat bersinergi dengan program revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar,” ujar Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (25/9) saat bertatap muka dengan CSR lembaga keuangan di Kantor Walikota Denpasar.
Lebih lanjut Waikota Rai Mantra mengatakan Kota Denpasar saat ini memiliki 34 pasar tradisional baik yang dikelola desa adat maupun Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar. Dari jumlah tersebut 16 pasar tradisional telah mendapat program revitalisasi pasar melalui Menteri Perdagangan lewat anggaran APBN, dan anggaran pendampingan dari Pemerintah Kota Denpasar maupun anggaran secara swadaya dari masing-masing desa adat. “program revitalisasi pasar sangat memberikan dampak positif tidak saja peningkatan omset pasar, namun juga melakukan pemberdayaan kepada pengelolaan pasar tradisional,” ujar Rai Mantra. Melalui program sekolah pasar nantinya dapat menjadi media pengembangan agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi bagi pelaku pasar tradisional.Yang nantinya diharapkan dapat sebagai wahana belajar bersama, bertukar pikiran, serta dapat menjadi tempat pertemua gagasan inovasi dan kemajuan pasar tradisional kedepan. Disamping itu juga menurut Rai Mantra sekolah pasar ini nantinya mampu sebagai perekat penggiat ekonomi desa melalui pasar tradisional, sehingga sanggup menghadapi setiap tantangan dan perubahan yang ada. Sekolah pasar juga nantinya dapat menjadi media pendidikan untuk menanamkan kecintaan kepada anak-anak, remaja, dan mahasiswa terhadap produk-produk lokal di pasar tradisional. Hal ini juga diharapkan mampu menjadi media pengkaderan, pewarisan nilai-nilai kebersamaan, dan kemandirian ekonomi yang perlu dimiliki generasi kedepan. beberapa prgram juga telah dilakukan untuk mendukung terbentuknya sekolah pasar, seperti pelaksanaan Festival Pasar Tradisional, dengan menggelar perhelatan kebersihan, dan pengelolaan pasar, dan pemilihan pedagang teladan disetiap pasar tradisional. (Pur/humasdps)