Menu

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi Klungkung

  • Rabu, 12 November 2014
  • 1185x Dilihat

Bertempatan pada rahina Bude Kliwon Gumbreg, Rabu (12/11) Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Kentel Gumi serangkaian Karya Pangusaban Jagat, di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Upacara bhakti penganyar ini dipuput Ida Pedanda Gerya Telaga dari Griya Banjar Rangkan Klungkung. Dalam acara ini juga dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai iswara dan seluruh SKPD Pemerintah Kota Denpasar. Setelah persembayangangan  selesai Walikota Denpasar menyerahkan dana punia yang diterima Ketua Panitia Ngakan Putu Gede Bawa.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan, Pemkot Denpasar melaksanakan bhakti penganyar serangkaian karya  Ngusabha Jagat di Pura Agung Kentel Gumi  Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Menurutnya bhakti pengajar ini sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi yang berstana di Pura Kentel Gumi.   Untuk itu dalam bhakti pengajar ini pihaknya menghaturkan berbagai wewalian diantaranya, Tarian Topeng Sidhakarya, tetabuhan dari Sanggar Sunari Denpasar Selatan dan sekaa shanti dari Sekaa Jayeng Swara.

Untuk banten yang dipersembahkan dalam pelaksanaan bhakti pengajar ini adalah, suci, peras pejati, soroan bebangkit guling bawi madularan sayut, banten bhakti penganyar dan lainnya. “Semua pesembahan ini sebagai wujud bakti kami kepada Ida Betara yang berstana di Pura ini,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia, Ngakan Putu Gede Bawa mengucapkan, terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan bhakti penganyar di Pura Agung Kentel Gumi. Menurutnya, Karya Ngusabha Jagat di Pura Kentel Gumi ini berlangsung hingga 11 hari, puncak acara telah berlangsung pada tanggal 7 November  dan penyineban dilaksanakan pada tanggal 18 November mendatang. “Untuk upacara bhakti penganyar di laksnakan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali. Kegiatan ini telah berlangsung dari tahun 2008 lalu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pujawali/piodalan di Pura Kentel Gumi berlangsung setiap 6 bulan pada Umanis wuku Dungulan atau Umanis Galungan  dan Upacara Pangusabhan Jagat berlangsung setiap purnamaning kalima tiap tahun. Pura ini sungsung oleh 30 Desa Adat Pekraman se-Kecamatan Banjarangkan dengan 6 penyungsung Desa Pengarep.

Lebih lanjut dikatakan, Pura Agung Kentel Gumi ini merupakan salah satu Pura Khayangan Jagat Bali sungsungan umat Hindu sebagai sthana Ida Sang Hyang Reka Bhuwana. Hal ini telah termuat dalam sastra Usana Bali, Babad Bandesa Mas, Purana Pura Agung Kentel Gumi. Kentel bumi bermakna simbolis sebagai Pangeka Jagat yakni sebagai tempat terpilih yang ditetapkan oleh Mpu Kuturan untuk ngentelang jagat Bali yang ketika itu terurai dan terpilah  dalam beberapa wujud keyakinan Hindu.  “Pura Kentel Gumi juga merupakan satu kesatuan dengan Pura Batur dan Pura Besakih sebagai Tri Guna tempat memohon kadegdegan jagat,” ungkapnya.( Ayu/humas)