Menu

Pemkot Gelar Jelajah Pusaka Untuk Mengisi Libur Sekolah

  • Jumat, 16 Mei 2014
  • 1093x Dilihat

Denpasar-Mengisi liburan sekolah Pemerintah Kota Denpasar melalui Kader Pelestari Budaya Kota Denpasar akan melaksanakan Jelajah Pusaka dan Kemah Budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter anak-anak. Demikian  disampaikan Koordinator Pendidikan Pelatihan Kota Denpasar IB Cahaya kepada Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Made Mudra Jumat, (16/5) di Kantor Walikota Denpasar.

IB Cahaya dalam kesempatan tersebut mengatakan, mengisi libur sekolah pihaknya akan melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, jelajah pustaka  dan Kemah Budaya. Untuk jelajah pusaka akan dilaksanakan pada tanggal 17 hingga 18 Mei, yang melibatkan anak-anak Sekolah Dasar. Menurutnya, dalam Jelajah Pusaka tersebut  akan memperkenalkan kawasan heritage di Kota Denpasar yakni Puri Pemecutan, Pura Maospahit, Kawasan Gajah Mada, Catur Muka, Hotel Inna Bali dan Puri Satria. “Tempat ini merupakan tempat bersejarah sehingga anak-anak perlu mengetahuinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam program tahunan pihaknya juga akan menggelar Kemah Budaya ke-VII, yang dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 28 Juni mendatang di Wantilan Pura Desa Peguyangan Kaja. Dalam Kemah Budaya itu akan diberikan pemahaman terkait dengan tata cara berbusana kepura. Agar anak-anak remaja  tidak berpakian yang menyeleneh ke pura. Tidak hanya itu pada tanggal 25 Juni tersebut juga dilanjutkan dengan lomba mengarang di kawasan heritage dengan tema Kotaku Rumahku dan di dalam sub karangan itu  dikaitkan dengan kotarumah impian.  Untuk peserta lomba mengarang itu pihaknya sudah mengundang ke setiap sekolah.

Sementara, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sangat mendukung kegiatan tersebut. Agar anak-anak dalam liburan sekolah mempunyai kegiatan-kegiatan yang positif, sekaligus dapat mengembangan karakter anak tersebut. “Kegiatan ini sangat bagus kalau bisa dalam Jelajah Pusaka itu melewati Musium Bali, sehingga siswa memahami dan mengerti sejarah kota Denpasar,” katanya. (ayu/humas)