Kreativitas PKK Kota Denpasar dalam meningkatkan gizi rupanya membuahkan hasil cukup membanggakan. Salah satu kreativitas dari perwakilan PKK Kota Denpasar dalam lomba cipta masak non beras,berbasis sumber daya lokal telah membawa PKK Kota Denpasar meraih Juara II Tingkat Provinsi Bali setelah Kabupaten Buleleng. Lomba yang berlangsung di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Bali diikuti 9 kabupaten/kota, Rabu (23/7). Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra langsung memberikan semangat pada peserta Kota Denpasar.
Ditemui disela-sela lomba Ny. Selly mengatakan hasil yang di capi oleh wakil PKK Kota Denpasar ini sudah bagus. Keberhasilan yang diraih PKK Kota Denpasar berkat usaha kerja keras semua pihak. Disamping itu keberhasilan ini merupakan salah motivasi untuk terus meningkatkan kreativitas semua anggota PKK. ”Perwakilan PKK Kota berhasil meraih juara II tingkat Provinsi. Ini merupakan suatu kebanggaan dan sebagai motivasi untuk semua anggota PKK agar lebih meningkatkan kreativitas terutama dalam pengolahan bahan makanan non beras,” ujar Ny. Selly. Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan pengolahan bahan makanan non beras diharapkan dapat lebih bisa dimanfaatkan oleh semua anggota PKK. Karena bahan makan non beras dapat menggantikan beras dan memiliki kualitas karbohidrat sama dengan beras disamping juga memiliki gizi yang sehat.
Sementara Ny. Gst Ayu Adi Adnyadi yang mewakili PKK Kota Denpasar dalam lomba cipta menu non beras mengatakan lomba ini diikuti 9 kabupaten/kota se- Bali, dimana Kota Denpasar berhasil keluar sebagai juara II tingkat Provinsi Bali. Dalam lomba tersebut Ia mengaku menampilkan berbagai menu makanan non beras. ”Melalui lomba ini diharapkan dapat lebih mensosialisasikan penggunaan bahan makanan non beras kepada masyarakat,” ujar Ny. Adi Adnyadi. Kedepannya diharapkan penggunaan bahan makanan non beras lebih bermasyarakat. Menurutnya masih banyak bahan makan non beras yang bisa diolah dan dikembangkan, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam persiapan ini pihaknya melakukan persiapan selama seminggu mengingat masakan yang di hidangkan merupakan makanan sehar-hari. Masakan yang disiapkan dalam lomba ini meliputi makanan untuk sarapan pagi, makan siang dan untuk makan malam bagi empat orang. Termasuk juga masakan yang disajikan dibedakan untuk usia datas 40 tahun, diatas 30 tahun dan untuk anak 14 tahun. (Gst)