Menu

Rai Iswara Buka Utsawa Dharmagita

  • Jumat, 06 Juni 2014
  • 1321x Dilihat

Denpasar - Dalam era globalisai saat ini terjadi kebebasan disegala lini kehidupan, salah satunya kebebasan pergaulan yang sangat mengkawatirkan banyak pihak terhadap perkembangan moralitas generasi muda, serta menurunya masyarakat akan budaya bangsa. Untuk mencegah hal tersebut Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar mengelar lomba Utsawa Dharma Gita tingkat nasional. Lomba Utsawa Dharmagita ini dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang ditandai dengan pemukulan atiwa-tiwa di panggung terbuka Parahita Mandala RRI Denpasar, Kamis (5/6).

Kepala RRI Stasiun Denpasar I Made Ardika dalam sambutannya mengatakan, lomba Utsawa Dharmagita ini dapat meningkatkan rasa keagamaan sebagai pemahaman ajaran agama. Selain itu dapat meningkatkan sradha dan bhakti sebagai landasan terbentuknya aklak mulia didalam melestarikan dan mengembangkan Dharmagita dikalangan generasi muda. Selain itu lomba Utsawa Dharmagita juga bermanfaat untuk mengembangkan budaya Bali agar tidak punah.

Lebih lanjut Ardika mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti lomba Utsawa Dharmagita ini sebanyak 165 orang dari seluruh  Indonesia . Sehingga peserta yang mengikuti lomba ini diwajibkan untuk menggunakan pakian khas adat daerahnya masing-masing.  “Acara ini baru pertama kalinya dan akan menjadi agenda rutin yang diselenggaran secara bergiliran,” katanya.

Sementara Direktur Pelayanan Pengembangan Usaha LPP RRI Pusat Hastokuncoro mengatakan, diselenggaranya Utsawa Dharmagita ini karena inisiatifnya sendiri, meskipun dirinya umat muslim, namun karena sebagai direktur merasa tergerak dan terketuk hatinya mengwujudkan RRI sebagai rumah rakyat. Dimana RRI mempunyai visi mengwujudkan penyiaran publik terluas. RRI penyiar publik membangun karakter bangsa dan berkelas dunia. “Dari karakter bangsa ini kita termotivasi menyelenggarakan Utsawa Dharmagita ini, karena baik untuk pembinaa moral dan pelestarian budaya bangsa,” ungkapnya.

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, RRI Denpasar melalui Utsawa telah ikut melestarikan tradisi-tradisi dan budaya Bali. Dalam agama Hindu mengajarkan untuk selalu ingat kepada Tuhan. Menurutnya,cara mengingat Tuhan dalam Hindu banyak hal diantaranya, dengan Panca Dharma yaitu Dharma Tula (diskusi keagamaan), Dharmawacana (beramah tentang keagamaan), Dharma Yadnya (memberikan korban suci kepada Tuhan Yang Maha Esa), dan Dharmagita. “Utsawa Dharmagita ini adalah mengingatkan kita pada Tuhan, apabila kita ingin selalu ingat tuhan maka kita selalu melaksanakan Panca Dharma itu, diantaranya Dharmagita nyanyian suci  Tuhan ” ujarnya.

Pemerintah Kota Denpasar kata dia menyambut baik lomba Utsawa Dharmagita didalam tataran nasional ini di Denpasar. Rai Iswara mengharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan dan tidak berhenti pada lomba, karena lomba ini hanya sebuah sarana, namun Dharmagita memiliki fungsi dan makna. Rai Iswara juga  menghimbau kepada para juri, agar tidak hanya melatih vokal semata, tapi merenungkan, merevitalisasikan Utsawa Dharmagita ini , sehingga tema dalam Dharmagita itu adalah meningkatkan harmoni Indonesia akan terwujud. (ayu/humas)