Menu

Rai Iswara Paparkan Inovasi Penanganan Sampah, Tim Penilai Adipura Tertarik ATM Sampah

  • Minggu, 08 November 2015
  • 824x Dilihat

Berbagai inovasi penanganan sampah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar telah dipaparkan Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara saat dinilai Tim Adipura di Hotel Arya Duta Jakarta Jumat malam (6/11) lalu yang diselenggarakan Kemeterian Lingkungan Hidup RI.  Mulai dari memadukan visi yang berwawasan budaya dengan kearifan lokal yaitu Tri Hita Karana dimana terdapat adanya hubungan harmonis antara manusia dengan alam sampai pada penerapan teknologi seperti ATM Sampah yang telah di pasang Pemkot Denpasar.

Dari semua pemaparan yang disampaikan Tim Adipura kagum dengan berbagai inovasi yang dilakukan terlebih lagi adanya ATM sampah. “ATM sampah ini sangat luar biasa. Karena penerapan teknologi dalam menangani sampah yang dampaknya mengajak masyarakat peduli terhadap sampah,” ujar Diana salah seorang Tim Penilai Adipura yang beranggotakan empat orang. Dari semua daerah yang masuk nominasi Adipura hanya Kota Denpasar yang memiliki inovasi ATM sampah. Disamping inovasi penerapan ATM sampah Diana juga menambahkan Kota Denpasar yang memadukan kearifan lokal melalui Tri Hita Karana tentunya semakin meningkatkan rasa untuk menjaga kebersihan dari masyarakat Kota Denpasar. “Saya berharap apa yang disampaikan dapat menjadi masukan untuk Pemerintah Pusat terutama Kemeterian Lingkungan Hidup,” ujarnya

Sementara Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup AA Sudharsana, Kepala Dinas DKP Ketut Wisada, Kepala Dinas Pariwisata I Wayn Gunawan, dan Kepala Dinas Perindag I Wayan Gatra serta Kepala PD Pasar Wayan Westra memaparkan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan mengandung arti sangat dalam untuk mewujudkan Denpasar sebagai kota bersih. Karena dari visi tersebut terdapat kearifan lokal yang menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Bahkan tidak hanya itu keterlibatan masyarakat di Kota Denpasar sangat besar dalam mewujudkan Denpasar bersih. Hal ini karena adanya perarem (aturan) banjar yang mengatur tentang kebersihan.

Disamping juga ada perda dan perwali yang mengatur tentang kebersihan di Kota Denpasar. “Keterlibata semua komponen dalam mewujudkan kebersihan di Kota Denpasa sangat besar sekali mulai dari swasta dan masyarakat,” ujar Rai Iswara. Karena pemerintah tidak bisa mewujudkan kebersihan tanpa adanya dukungan dari pihak swasta dan masyarakat. Untuk itu peran swasta melalui cooporate sosial responsibility (CSR) dan swadaya masyarakat sangat besar dalam mewujudkan kebersihan di Kota Denpasar. Bahkan di Kota Denpasar telah bermunculan bank sampah yang dikelola secara swadaya tentunya ini sangat mendukung mewujudkan Denpasar bersih. Disamping juga masyarakat mulai sadar bahwa sampah sekarang ini bukan menjadi masalah melainkan membawa berkah untuk membantu ekonomi keluarga. (Gst_Humas)