Distribusi Soal-Soal Ujian Agar Terus Dipantau
Pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA/MA dan SMK atau sederajat di Kota Denpasar pada hari pertama berjalan dengan baik. Bahkan pelaksanaanya lebih baik dari tahun yang lalu. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya saat memantau pelaksanaan UN di SMAN 2 Denpasar dan SMA PGRI 6 serta SMK PGRI 6 Denpasar, Senin (14/4).
“Saya harapkan kepala sekolah agar selalu memantau pendistribusian soal-soal ujian. Sehingga bila ada permasalahan dapat dengan cepat ditangani,” ujar Rai Mantra. Secara koordinasi dan pelaksanaan UN di Kota Denpasar belum ditemukan permasalahan. Yang terpenting menurut Rai Mantra agar anak-anak jangan sampai terganggu dalam mengikuti ujian sehingga mereka tenang dalam menyelesaikan soal-soal yang ada. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mengharapkan siswa-siswi di Denpasar dapat mempertahankan prestasi sebagai nilai UN tertinggi. Bahkan semangat dari anak-anak untuk terus meningkatkan prestasinya sangat kelihatan sekali dari pelaksanaan pemantapan. Karena dari hasil pemantapan yang dilaksanakan bila kurang memuaskan para siswa terus berupaya untuk lebih giat belajar tentuya dengan bimbingan masing-masing guru di sekolah.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya menambahkan untuk penentuan kelulusan sama seperti tahun lalu yaitu nilainya ditentukan oleh nilai UN 60 persen dan nilai sekolah 40 persen. Sedangkan untuk nilai sekolah ditentukan oleh nilai sekolah yang merupakan gabungan dari nilai rapot dari semester satu sampai semester lima ditambah nilai ujian sekolah. Siswa bisa dikatakan lulus ujian bila memenuhi nilai standar pos kelulusan yang dikombinasi 60 persen dan 40 persen tersebut yang disebut nilai akhir. Format kelulusan ini merupakan hal yang strategis mengingat UN bukan merupakan dokumen asal-asalan yang intinya UN merupakan pengembangan pembangunan pendidikan sebagai pemetaan, evaluasi dan standar pelulusan dari siswa itu sendiri. Untuk di Kota Denpasar dalam menghadapi UN para guru terus memberikan pendampingan serius terhadap mata pelajaran yang kurang bagi siswa-siswa di sekolah.
Sementara Kepala Sekolah SMAN 2 Denpasar Ketut Sunarta mengatakan dalam menghadapi UN ini anak-anak didiknya telah dipersiapkan sejak awal semester. “Kami telah mempersiapkan anak-anak didik secara matang dalam menghadapi UN ini dengan demikian apapun format kelulusan yang diterapkan kami selalu siap,” ujar Sunarta. Terkait dengan peserta yang ikut dalam pelaksanaan UN, Sunarta mengaku seluruh siswa yaitu 481 siswa telah mengikuti ujian tersebut tanpa ada yang absen. Untuk kelulusan Sunarta mengharapkan agar bisa lulus seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu lulus seratus persen. Untuk UN hari pertama Sunarta mengaku mata pelajaran yang di ujikan Bahasa Indonesia dan Biologi untuk jurusan IPA serta Bahasa Indonesia dan Geografi untuk jurusan IPS.(Gst_Humas)