Menu

Rai Mantra : "Sarjana Harus Mampu Tingkatkan Kapasitas dan Kemampuan Diri"

  • Jumat, 17 Januari 2014
  • 1179x Dilihat

Denpasar - Menghadapi persaingan yang semakin ketat dan mengglobal, seorang mahasiswa ataupun sarjana harus mampu meningkatkan kapasitas kemampuan dirinya. Disamping mempunyai kecerdasan intelektual, seorang mahasiswa atau sarjana harus juga memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial spiritual. Demikian dikatakan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya. Mantra saat menyampaikan pengalamannya dihadapan ratusan calon wisudawan Universitas Udayana dari semua Fakultas disemua jenjang mulai Strata I hingga Pasca Sarjana. Para calon wisudawan tampak begitu antusias mendengar ceramah Walikota terkait pengalaman beliau selama menjabat sebagai Walikota Denpasar. Acara yang bertajuk  "Leadership Sharing Session I" ini digelar dalam rangka Prawisuda VI Univ. Udayana, juga dihadiri Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan dipandu begawan ekonomi Prof. Dr. Wayan  Ramantha, Jumat (17/1) di Aula Widya Sabha Kampus UNUD Jimbaran.

Aula Kampus Widya Sabha Jimbaran tampak  penuh sesak oleh hadirnya para calon wisudawan dari berbagai Fakultas. Menurut Dr. Ketut. Westra koordinator acara mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Walikota Denpasar mengingat beliau memiliki banyak  pengalaman di birokrasi  yang cerdas dan kreatif, disamping juga pengalaman dalam bidang usaha. Dengan ceramah ini paling tidak para calon wisudawan dalam kapasitasnya sebagai masyarakat maupun sebagai calon pemimpin bangsa, bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang didapat Walikota Rai Mantra hingga sukses seperti sekarang ini disamping menjadi ajang untuk membentuk individu yang berkualitas dan professional serta untuk menumbuhkan jiwa intrepreneur.

Pada kesempatan tersebut Rai Mantra dengan gamblang memaparkan bagaimana pentingnya pendidikan dalam menghadapi masa depan. Diawali dengan kisah pengalaman beliau dari menjadi pedagang ikan hingga masuk kedalam ranah birokrasi. Dimana semua itu dijalani dengan ketulusan dan kesungguhan walaupun sejatinya darah pemimpin telah mengalir dari ayahnya alm. Prof IB (Mantan Gubernur Bali dan juga mantan Rektor UNUD). Walaupun sebagai anak Gubernur kala itu, Rai Mantra mengaku tidak risi berjualan ikan dan mengembangkan usahanya. Selain memberikan pengertian tentang apa itu globalisasi, orang nomor satu di Kota Denpasar ini juga menjelaskan bahwa dalam menghadapi persaingan global, yang terpenting adalah bagaimana membangun identitas sebagai modal dasar dalam menghadapi persaingan serta bagaimana meningkatkan kapasitas kemampuan diri dari setiap individu. Oleh karena itu sebagai orang nomor satu di Kota Denpasar Rai Mantra mengembangkan konsep "Sewaka Dharma" yang berarti melayani adalah kewajiban, dijadikan spirit  menjadi filosofi utama bagi seluruh jajaran di Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.  "Sesuatu yang baik tergantung dari apa yang kita lakukan hari ini, sehingga akan memdapatkan hasil yang baik pula dikemudian hari," imbuhnya. (Sdn.Hms.Dps.).