Menu

Sebelum penanaman terumbu karang di Palung Semawang Sanur

  • Jumat, 03 Oktober 2014
  • 885x Dilihat

Pemkot Denpasar Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Media Limestone

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Denpasar membuat program Rehabilitasi Terumbu karang dalam bentuk penanaman terumbu karang buatan dengan menggunakan media batu Limestone sebagai Substrat dengan formasi seperti pyramid. Hal tersebut disampaikan Kepala BLH Kota Denpasar Ir. A.A.Bagus Sudharsana, dalam acara pelepasan terumbukarang buatan di Pantai Semawang, Jumat (3/10) lalu. Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis batulimestone oleh Kepala BLH kepada bendesa adat Banjar Semawang I Gusti Gede Suparta.

Munurut Sudharsana, program tersebut bertujuan memperbaiki kondisi terumbu karang yang mengalami kerusakan, menyediakan wahana pembelajaran, pendidikan, dan penyadaran  bagi masyarakat dalam upaya pelestarian ekosistem terumbu karang dan mengembangkan objek dan daya tarik wisata bawah laut khususnya di Perairan Semawang Sanur. " Kondisi terumbu karang di wilayah pesisir Kota Denpasar bervariasi mulai  dari yang baik hingga rusak," Ujar Bagus Sudharsana.

Lebih lanjut Ia mengatakan, terumbu karang dalam kondisi sedang sampai baik terdapat di Sindhu, Sanur, Semawang dan Serangan.  Sedangkan kondisi rusak terdapat di Padanggalak. Untuk itu, menurutnya, sangat perlu membuat suatu program konservasi terumbu karang yang berkelanjutan. Selain  program rehabilitasi terumbu karang, program monitoring terumbu karang juga secara rutin dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi terumbu karang tidak mengalami penurunan kualitas akibat tekanan pariwisata bahari di wilayah Sanur dan sekitarnya.

Penggiat Lingkungan sekaligus Pelaku Pariwisata Lokal Sanur I Ketut Ena Partha mengatakan, dalam waktu mendatang masyarakat siap untuk membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (PokWasMas) Semawang, yang beranggotankan masyarakat lokal dan nelayan serta pelaku  pariwisata yang siap untuk mengawasi, menjaga serta memberi pembelajaran kepada warga lokal maupun pelaku pariwisata lainnya terhadap keberlangsungan konservasi terumbu karang.

Sedangkan, Salah satu ahli konservasi Terumbu karang dari Universitas Dhyana Pura Bali, Rahmadi Prasetyo yang turut mendampingi program konservasi terumbu karang ini mengatakan, terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya alam kelautan yang dimiliki Bali, dimana sumberdaya alam ini mempunyai peran penting baik ditinjau dari aspek konservasi, produksi maupun pariwisata dan rekreasi. " Fungsi-fungsi ekosistem terumbu karang hanya dapat diperoleh secara optimal jika kondisi terumbu karang berada dalam status yang sehat," ungkapnya.

Lanjutnya, pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dewasa ini dihadapkan pada permasalahan yaitu semakin meluasnya kerusakan terumbu karang. Ancaman terhadap kerusakan terumbu karang di Bali pada umumnya terutama disebabkan oleh kegiatan manusia, seperti pembuangan limbah yang menyebabkan meningkatnya pencemaran, industri wisata selam yang tidak memperhatikan kaidah perlindungan ekosistem karang (code of conduct), praktek-praktek perikanan yang merusak (destructive fishing), wisata bahari yang tidak terkontrol, dan sedimentasi.(amei-humas)