Menu

Sinergitas Pemkot Denpasar Dengan Yayasan Danamon Peduli

  • Kamis, 25 September 2014
  • 858x Dilihat

Wujudkan Program Pasar Sejahtera di Pasar Adat Ubung

Program Revitalisasi Pasar Tradisional yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar mendapat respon positif tidak saja dari masyarakat pengelola pasar tradisional, namun juga mendapat sambutan dari Yayasan Danamon Peduli. Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini akan mewujudkan pasar sejahtera yakni pasar sehat, hijau, bersih dan terawat yang akan diimplementasikan di Pasar Desa Adat Ubung, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara. “Kami menyambut baik sinergitas program revitalisasi pasar tradisional yanga akan dilakukan yayasan Danamon Peduli di Pasar Desa Adat Ubung sehingga nantinya tidak saja melakukan penataan fisik pasar namun mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi pelaku pasar tradisional,” ujar Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, Kamis (25/9) di Kantor Walikota Denpasar.

Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengatakan revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar merupakan program berkelanjutan Pemerintah Kota Denpasar dibantu Kementrian Perdagangan yang diawali merevitalisasi Pasar Sindhu Sanur. Hal ini mengalami perkembangan yang cukup baik, serta dilanjutkan merevitalisasi Pasar Agung Peninjoan, yang sebelumnya mengalami perputaran omset kisaran Rp. 2,5 Millyar hingga Rp. 3 millyar perbulan. Kota Denpasar  saat ini memiliki 34 pasar tradisional baik yang dikelola desa adat maupun Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar. Dari jumlah tersebut 16 pasar tradisional telah mendapat program revitalisasi pasar melalui  Menteri Perdagangan lewat anggaran APBN, dan anggaran pendampingan dari Pemerintah Kota Denpasar maupun anggaran secara swadaya dari masing-masing desa adat. “Program revitalisasi pasar sangat memberikan dampak positif tidak saja peningkatan omset pasar, namun juga melakukan pemberdayaan kepada pengelolaan pasar tradisional,” ujar Rai Mantra. Disamping itu juga saat ini Pemerintah Kota Denpasar yang melibatkan akademisi Universitas Udayana sedang mengembangkan sekolah pasar yang nantinya diharapkan dapat menjadi media pengembangan bagi pelaku pasar tradisional.

Sementara Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi mengatakan dipilihnya Pasar Desa Adat ubung melalui beberapa pertimbangan yakni adanya perhatian khusus yang diberikan oleh Pemerintah Kota Denpasar terhadap kelangsungan dan perkembangan pasar tradisional. Disamping itu kondisi Pasar Adat Ubung memberikan ruang bagi Yayasan Danamon Peduli untuk dapat memainkan peran sebagai mitra pembangunan khusunya dalam merevitalisasi pasar tradisional. Ia juga menjelaskan sejak diluncurkan pada Tahun 2010 lalu, program pasar sejahtera telah berjalan di 7 lokasi sebagai pasar percontohan. Yakni Pasar Ibuh Kota Payakumbuh, Pasar Grogolan Kota Pekalongan, Pasar bunder Kabupaten Seragen, Pasar Baru Probolinggo, Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo, Pasar Sindangkasih Kabupaten Majalengka, dan Pasar Kemuning Kota Pontianak, serta pada tahun 2014 ini menambahkan 3 lokasi baru salah satunya Pasar Desa Adat Ubung. (pur/humasdps)