Rai Mantra : Bangun Komunikasi Yang Selaras, Sejalan dan Seimbang
Denpasar – Setelah terbentuk di Bedugul pada tanggal 30 Nopember 2013 yang lalu Sabha Upadesa Kota Denpasar terus melakukan sosialisasi dan pemantapan tugas serta sinkronisasi antar komponen yang tergabung dalam Sabha Upadesa. Seperti yang dilakukan Senin (24/2) di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Sabha Upadesa Kota Denpasar melakukan Simulasi dan Sosialisasi kepada masyarakat dan komponen terkai lainnya. Sosialisasi ini juga mengundang Bendesa, Kepala Desa/Lurah, Pekaseh, Bendega, Kelihan Dinas/Kepala Lingkungan dan Kelihan Banjar Adat Kota Denpasar. Acara ini di hadiri langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Anggota DPRD Kota Denpasar AA. Putu Gede Wibawa.
Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar Wayan Meganada mengatakan, Sabha Upadesa merupakan lembaga lintas sektoral yang melakukan singkronisasi dan harmonisasi dalam melaksanakan kegiatan tugasnya sesuai dengan aturan masing-masing. Yang nantinya berguna untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya ego sektoral yang berlebihan. Adapun unsur-unsur dari lembaga Sabha Upadesa ini dari Parum Bendesa Desa Pakraman Kota Denpasar, Forum Kepala Desa/Lurah Kota Denpasar, Parum Pekaseh Kota Denpasar dan Parum Bendega Kota Denpasar. Wayan Megananda menambahkan, selain untuk membuka wawasan secara akademis juga diadakan pembekalan materi agar memperkuat ketahanan wilayah pertanian/subak, ketahanan adat dan budaya serta ketahanan ekonomi masyarakat melalui sistem singkronisasi komponen Sabha Upadesa. Dalam simulasi dan sosialisasi kemarin di pertunjukan metode sosialisasi ini dengan pementasan simulasi oleh tim Sekeha Shanti Dharma Jayeng Swara Kota Denpasar, dengan mengambil beberapa pragmen kasus yang terjadi atau dihadapi oleh Kota Denpasar.
Sementara itu Walikota Denpasar Rai Mantra dalam arahannya mengatakan Sabha Upadesa ini nantinya diharapkan sebagai penuntun untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar serta partisipasi bersama masyarakat untuk membangun dan menjaga Kota Denpasar. “Dengan adanya Sabha Upadesa partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapat lebih terarah dengan baik. Yang lebih baik lagi pasrtisipasi ini datangnya langsung dari masyarakat itu sendiri, karena masyarakat itu sendiri yang akan menentukan baik dan kurangnya lingkungannya masing-masing,” kata Rai Mantra.. (Ays.Humas.Dps)