Menu

Tarikan Layang-Layang Pertama Walikota Rai Mantra Buka Mel Tanjung Kite’s Festival 2014

  • Sabtu, 09 Agustus 2014
  • 1178x Dilihat

Denpasar – Layang-layang merupakan salah satu tradisi dan budaya Bali, dimana dalam hal ini layang-layang tradisional harus tetap kita jaga dan lestarikan. Oleh sebab itu di Bali khusunya Denpasar  setiap tahunnya sering di adakan lomba layang-layang, yang salah satunya Mel Tanjung Kite’s Festival, demikian disampaikan ketua panitia yang juga selaku Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Maryiana Wandhira saat membuka laporan panitia, Sabtu (9/8) di Pantai Mertasari Sanur. Acara ini di hadiri langsung Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus membuka Kite’s Festival ini dengan pemukulan gong dan tarikan layang-layang pertama.

Lebih lanjut Wandhira mengatakan, Mel Tanjung Kite’s Festival ini merupakan festival yang ke-6 kalinya diselenggarakan. Dimana untuk di tahun ini mengambil tema “Dengan Melayangan Kita Lestarikan Tradisi dan Budaya” dengan tema ini diharapkan bisa untuk menghormati dan menghargai ciptaan serta warisan para pendahulu. Untuk festival yang ke-6 ini dipilih diadakan di pantai mertasari “dikarenakan lapangan parkir mertasari ini merupakan suatu area publik yang harus di jaga untuk kepentingan masyarakat umum, agar kedepannya area ini bisa di gunakan untuk mengadakan lomba layang-layang dikarenakan ini merupakan area umun bukan seperti area di pantai padang galak yang sebagian besar tanah hak milik pribadi yang sewaktu-waktu bisa berubah atau beralih fungsi”, tandasnya. Wandhira juga menginginkan pelestarian tradisi dan budaya layang-layang ini agar terus terjaga, karena layang-layang yang berangkakan bambu besar ini hanya ada di Bali, khusunya hanya ada di empat Kabupaten Kota yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Disebabkan itu yang selalu rutin ikut serta dalam lomba Mel Tanjung Kite’s Festival ini dari yang pertama sampai festival yang ke enam.

Selain itu Mel Tanjung Kite’s Festival yang ke-6 ini akan di adakan selama dua hari dari tanggal 9 sampai 10 Agustus 2014. Dimana katagori yang dilombakan meliputi dua kategori yakni anak-anak dan dewasa dengan layang-layang yang dilombakan sebanyak 5 jenis, yakni layangan pecukan, bebean, janggan, kreasi dan bebean khas sanur. Dengan kreteria penilaian keserasian warna, kekompakan tim, suara guangan, keindahan atau keelokan manufer di udara dan terbebas dari unsur-unsur politik. “Adapun total layang-layang yang akan mengudara dalam lomba selama dua hari ini sebanyak 1359 layang-layang dengan pembagian hari ini sebanyak 581 layang-layang dan dilanjutkan besok harinya sebanyak 778 layang-layang dengan memperebutkan hadiah sebesar kurang lebih 55 juta rupiah”, ungkap wandhira. (ays’./Humas.Dps)